“Food estate”, Jokowi dan hujan berkah untuk ekonomi Sumba Tengah

0
144


Target panen nanti bisa mendatangkan hasil yang melampaui hingga 6-7 ton per hektare untuk jagung dan 5 ton per hektare untuk padi.

Kupang (ANTARA) – “Food estate”, Jokowi dan hujan deras untuk bangkitkan ekonomi Sumba Tengah

Kawasan “food estate” bangkitkan perekonomian masyarakat Sumba Tengah

Hujan deras yang mengguyur Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur turun dengan lebat disertai suara guntur yang cukup keras.

Kondisi cuaca pada Selasa (23/2) siang itu sangat buruk, awan gelap dan tebal menyelimuti kawasan Desa Makata Keri yang menjadi salah satu lokasi food estate atau lumbung pangan di NTT sebagai program jangka panjang pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian.

Presiden Jokowi sepertinya tidak gentar dengan kondisi alam yang hendak menghalanginya melihat secara langsung kondisi lahan pertanian seluas 5.000 hektare di Pulau Sandelwood itu.

Ibarat pepatah, hujan adalah rahmat, hujan adalah berkah..Presiden dua periode ini benar-benar nekat dan rela basah dengan menerobos masuk ke dalam kawasan persawahan.

Berbekal sebuah payung, orang nomor satu di Indonesia ini terus melangkah dengan mantap masuk ke areal persawahan tanpa didampingi pengawal dan pejabat lainnya menuju tempat mesin pompa air yang berada di tengah hamparan sawah yang membentang luas itu.

Sambil melambaikan tangan kepada warga yang menyaksikannya dari kejauhan di tengah guyuran hujan yang cukup deras, Presiden Jokowi terus melangkah yang menjadi pusat pembangunan ekonomi baru warga Sumba Tengah.

Sejumlah pejabat seperti Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono serta Bupati Sumba Tengah Paulus SK Limu hanya melihat dari jauh, saat Presiden melangkah di kawasan persawahan yang telah dibangun Kementerian Pertanian.

Namun beberapa saat kemudian, para pejabat yang masih berteduh itu langsung ikut behamburan mendekat ke Presiden Jokowi yang sudah berada di salah satu sumur bor di lokasi food estate.

Tindakan nekad sang Presiden melihat kawasan food estate di tengah hantaman badai dan hujan yang lebat, tentu semuanya demi nasib warga Sumba Tengah, agar hidup lebih sejahtera serta bebas dari belenggu kemiskinan.

Menurut Presiden Jokowi food estate di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan ditingkatkan hingga mencapai 10.000 hektare dari 5000 hakter yang ada saat ini.

“Lahan yang sudah dibangun saat ini di Kabupaten Sumba Tengah baru 5.000 hektare yaitu 3.000 hektare ditanam padi, kemudian yang 2.000 haktare ditanam jagung,” kata Presiden Jokowi.

Namun menurut Presiden, lahan pertanian di Desa Maka Keri akan diperluas lagi dengan keluasan mencapai 10.000 hektare yang nantinya dibagi 5.600 hektare untuk padi dan 4.400 hektare untuk pengembangan tanaman jagung.

Baca juga: Presiden Jokowi ingin ada tambahan waduk dan embung di NTT

Baca juga: Presiden: Lumbung pangan di Sumba Tengah akan capai 10 ribu hektare


 

Presiden Joko Widodo (kanan) melihat market pembangunan kawasan Food Estate di Desa Makata Keri,Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (23/2) (Antara/HO- Sekretariat Presiden)

Pengentasan Kemiskinan

Menurut Jokowi lumbung pangan dikembangkan di Nusa Tenggara Timur khususnya Sumba Tengah karena tingkat kemiskinan di wilayah ini masih tinggi.

Selain itu menurut Presiden Jokowi , waktu panen padi di wilayah ini masih sekali dalam setahun.

“Data yang saya miliki 34 persen kemiskinan ada di sini. Panen yang ada di Sumba Tengah ini masih setahun baru sekali yaitu padi. Kita ingin mengelola agar satu tahun bisa dua kali panen padi dan sekali panen jagung atau kedelai,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden juga mengungkapkan masalah penyediaan air termasuk penyediaan air baku dan irigasi yang dihadapi di seluruh NTT.

“Memang kuncinya ada di air. Oleh sebab itu, di sini tadi kita lihat sudah dibangun di 2015-2018 sumur bor yang masuk ke sawah, juga ada embung.

Pemerintah telah membangun sejumlah embung dan bendungan di wilayah NTT dan akan terus ditingkatkan jumlahnya.

Pengembangan kawasa pertanian food estate di Sumba Tengah dilakukan secara masif karena daerah ini menjadi salah satu dari tiga kawasan food estate yaitu food estate Kalimantan Tengah, Sumatara Utara dan Nusa Tenggara Timur yang nantinya dapat menjadi lumbung pangan nasional.

“Apabila food estate di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah dan NTT bisa dibangun dengan sukses maka mampu menjadi lumbung pangan nasional Indonesia,” kata Presiden Jokowi.
Baca juga: Mentan sebut Food Estate di Kalteng berjalan baik

Baca juga: Bantah gagal panen, Mentan sebut food estate juga alami serangan hama

Petani Sejahtera

Menjadikan Kabupaten Sumba Tengah sebagai kawasan food estate, menjadi tongak sejarah pembangunan ekonom, setelah begitu lama menempuh jalan yang berliku membangun usaha ekonomi agar segera keluar dari lilitan kemiskinan.

Bupati Sumba Tengah, Paulus SK Limu sudah bisa senyum sumringah setelah daerah yang dipimpinya mulai mengeliat dalam pembangunan ekonomi dengan adanya kawasan  itu.

“Melalui Food Estate, diharapkan bisa menjadi pintu masuk mengatasi persoalan kemiskinan masyarakat Sumba Tengah. Food estate bisa membuka jalan bagi masyarakat untuk hidup lebih sejahtera,” kata Paulus SK Limu.

Kabupaten Sumba Tengah yang memiliki luas wilayah hanya 1.868.74 km per segi dengan jumlah penduduk 86.980 jiwa kini menjadi pusat perhatian Pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan membangun food estate ketiga di Indonesia.

Wilayah Sumba Tengah lebih banyak lahan keringnya sehingga masyarakat tidak maksimal dalam mengolah lahan yang ada karena terkendala ketersediaan air.

Tidak mengherankan banyak tanaman milik petani yang mengalami gagal panen maupun gagal tanam karena keterbatasan air.

Keluh kesah petani Sumba Tengah yang selama ini merintih ditengah hamparan savana kini terjawab sudah dengan dibangunya kawasan food estate.

“Kami yakin semuanya akan berubah saat adanya program food estate ini. Banyak petani kami bersyukur soal ini. Lebih dari itu, food estate bagi kami akan bisa membuka jalan untuk sejahtera dan menekan kemiskinan yang ada di wilayah kami,” ujar Bupati Paulus SK Limu.

Menurut mantan penjabat Bupati Sumba Barat itu demi menyukseskan food estate berbagai upaya dilakukan termasuk menggunakan berbagai bantuan dari Kementan RI dalam pengolahan lahan untuk padi dengan luasan lahan 3.000 Ha serta jagung seluas 2.000 Ha.

Tidak hanya itu menurut mantan Kepala Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Timur itu ada bantuan alat mesin pertanian seperti traktor roda empat sebanyak 20 unit, traktor doda dua sebanyak 80 unit dan 12 unit combain dan sejumlah bantuan lain dari bantuan pemerintah pusat demi suksesnya food estate di Sumba Tengah.

Target panen nanti bisa mendatangkan hasil yang melampaui hingga 6-7 ton per hektare untuk jagung dan 5 ton per hektare untuk padi.

Perhatian Pemerintah Pusat tidak sebatas pada bantuan fasilitas alat pertanian tetapi juga bantuan ternak untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat petani Sumba Tengah.

Bantuan berupa 5.600 ekor itik yang dikembangkan dalam kawasan food estate di Desa Makata Keri dan tanaman kelapa 5.000 pohon dan tanaman jeruk 5.000 pohon.

Tanaman lainnya yang sudah ditanam yaitu kelapa dan jeruk sudah kami tanam. Sedangkan Itik masih dalam tahap pemeliharaan.
Baca juga: Kementerian Pertanian evaluasi perkembangan Food Estate Kalteng

Baca juga: Siap panen di Food Estate, Kementan sebut produksi capai 6 ton per ha

Kehadiran Presiden Joko Widodo di Pulau Sumba untuk melihat secara langsung pembangunan kawasan food estate atau lumbung pangan di Desa Makata Keri membangkitkan semangat petani dalam mengembangkan usaha pertanian.

Pengamat Pertanian dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rafael Leta menilai kunjungan Presiden Joko Widodo meninjau lumbung pangan di Sumba Tengah dapat mengangkat moral petani serta petugas pertanian di daerah itu.

“Kedatangan Presiden ke Sumba tentunya memberikan dampak yang positif bagi petani di daerah itu,” katanya.

Artinya moralitas mereka dapat terangkat agar mereka bisa secara serius dan sungguh-sungguh memanfaatkan peluang dengan mengembangkan potensi lahan yang luas secara baik.

Petani mempunyai peran yang penting dalam hal pengembangan lumbung pangan seperti yang diharapkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan wakilnya Ma’ruf Amin.

Pengembangan lumbung pangan memiliki dua hal krusial yang harus benar-benar diperhatikan pemerintah yakni persiapan petaninya serta manajemen luas area tersebut.

Kehadiran Presiden Jokowi ini mampu mengangkat semangat para petani dan petani tentunya merasa hasil kerjanya dihargai.

Dengan begitu, sesuai dengan visi pemerintah bahwa kehadiran lumbung pangan menjadi harapan besar bagi warga Kabupaten Sumba Tengah agar dapat menyaksikan langsung dan menikmati bangkitnya ekonomi masyarakat di wilayah itu.

Oleh Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021



Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here