Sabtu, Oktober 16, 2021

6 September, Hari Tanpa Bayangan 2021

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Besok, Senin, 6 September 2021 sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami fenomena unik, yakni Hari Tanpa Bayangan.

Hari Tanpa Bayangan adalah waktu ketika matahari berada tepat di atas kepala ketika tengah hari.

“Ketika deklinasi matahari (jarak dari ekuator ke posisi matahari ketika tengah hari) bernilai sama dengan lintang geografis pengamat, maka matahari akan tepat di atas kepala kita ketika tengah hari sehingga bayangannya menjadi tidak ada,” jelas Peneliti Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) Andi Pangerang menjelaskan, Sabtu (4/9/2021).

Hari Tanpa Bayangan akan dimulai dari kota Sabang, Aceh pada 6 September 2021.

Menurut Andi, tiap kota berbeda-beda Hari Tanpa Bayangannya bergantng dari letak geografis pengamat. Dan Hari Tanpa Bayangan berakhir di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 21 Oktober 2021.

Sedangkan untuk pulau Jawa sendiri waktu puncaknya antara tanggal 8-14 Oktober 2021. Andi menambahkan, jadwal lengkap Hari Tanpa Bayangan dapat disimak di website berikut ini http://edukasi.sains.lapan.go.id/.

Cara menyaksikan Hari Tanpa Bayangan

Siapkan benda tegak, seperti tongkat atau benda lain yang dapat ditegakkan.
Kemudian Letakkan di permukaan yang rata.
Dan amati bayangan pada jam yang sudah ditentukan.

Fenomena Hari Tanpa Bayangan terjadi dua kali dalam setahun. Pertama, terjadi pada akhir Februari hingga awal April lalu. Kedua, akan terjadi esok hari bertepatan pada 6 September 2021.

Kapan terjadi dan wilayah mana saja yang dapat menyaksikan?

“Besok untuk Kota Sabang (6 derajat LU) saja dan kota-kota selintang,” urai Andi Pangerang.

Andi menambahkan, untuk wilayah Jawa akan mengalami pada 8-14 Oktober 2021, dengan dimulai dari daerah Serang dan ditutup di Banyuwangi.

Fenomena hari tanpa bayangan di bulan September akan terjadi di wilayah berikut:

Sumatera:
– Sabang (6 September 2021)
– Banda Aceh (7 September 2021)
– Medan (13 September 2021)
– Tanjungpinang (20 September 2021)
– Pekanbaru (21 September 2021)
– Padang (25 September 2021)
– Jambi (27 September 2021)
– Pangkalpinang (28 September 2021)
– Palembang (30 September 2021)

Kalimantan:
– Nunukan (12 September 2021)
– Tarakan (14 September 2021)
– Tanjungselor (15 September 2021)
– Pontianak (23 September 2021)
– Samarinda (24 September 2021)
– Balikpapan (26 September 2021)
– Palangkaraya (28 September 2021)

Sulawesi:
– Miangas (8 September 2021)
– Melonguane (12 September 2021)
– Tahuna (13 September 2021)
– Manado (19 September 2021)
– Toli-toli (20 September 2021)
– Gorontalo (21 September 2021)
– Palu (25 September 2021)

Maluku dan Papua:
– Sofifi (21 September 2021)
– Sorong (25 September 2021)
– Manokwari (25 September 2021)
– Biak (26 September 2021)
– Jayapura (29 September 2021)

Untuk dapat menyaksikan fenomena ini, dapat melakukan langkah-langkah berikut:

– Siapkan benda tegak seperti tongkat atau spidol atau benda lain yang dapat digunakan
– Letakkan di permukaan yang rata
– Amati bayangan pada jam yang ditentukan
– Momen ini dapat diabadikan melalui potret foto sebagai bukti bahwa bayangan benda benar-benar tidak ada.

Terbaru

Kereta Cepat JKT-BDG Pakai APBN, Said Didu: Lima Kali Lebih Bahaya dari Korupsi

Indoissue.com - Proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung tengah menjadi sorotan belakangan ini. Pasalnya pembangunannya bakal memakai Anggaran...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com