Ahmad Khozinuddin: Istana Sudah Seperti Posko Parpol, Negara Kehilangan Wibawa

0
61
ahmad khozinudin

Ahmad Khozinudin
Ketua LBH Pelita Umat

Indoissue.com – Sekretariat Presiden merilis rekaman video pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para Ketua Umum (Ketum) Partai Politik (Parpol) pendukung pemerintah yang digelar beberapa waktu lalu. Semua ketum parpol pendukung pemerintah menyampaikan pidato, termasuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Soebianto yang mengaku bangga menjadi bagian dari pemerintahan.

“Jadi kepemimpinan Pak Jokowi efektif pak. Saya Mengakui itu dan saya hormat sama bapak,” kata Prabowo Soebianto dalam rekaman yang baru diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (28/8/2021).

Sebelumnya, Istana Negara menggelar Pertemuan Presiden Jokowi dan para pimpinan parpol koalisi itu sendiri berlangsung Rabu (25/8/2021) lalu. Didalam fasilitas resmi negara, seluruh pimpinan partai politik yang juga menyandang predikat pejabat penyelenggara negara tanpa malu memanfaatkan fasilitas dan sarana prasarana negara untuk kepentingan non negara. Membahas sesuatu yang tidak berkaitan dengan tupoksi partai politik, dalam konteks mendukung visi misi negara.

Saya lebih menghormati LSM yang membuat posko (gardu) di pinggir jalan, yang menggunakan uang mereka sendiri, ketimbang kelakuan pejabat ini. Apalagi, Prabowo ikut bersuara layaknya musim kampanye Pemilu.

Yang punya wewenang dan otoritas untuk menilai kinerja pemerintah adalah rakyat, bukan menteri. Sanjungan Prabowo kepada Jokowi, tidak dapat ditafsirkan sebagai penilaian kinerja pemerintah namun lebih tepat disebut sebagai menjilat Jokowi.

Seorang menteri, tidak mungkin akan mampu memberikan koreksi apalagi penilaian terhadap atasannya. kinerja Presiden hanya dapat dinilai oleh rakyat.

Kalaupun Prabowo Subianto mau menjilat Jokowi, semestinya Prabowo mengunakan organ partai yang duduk di DPR. dengan demikian, Prabowo meminjam suara rakyat melalui wakilnya yang berasal dari partai Gerindra untuk memberikan apresiasi kepada kinerja Presiden. Bukan langsung menjilat seperti yang dipraktekkan.

Lagipula, mana ada menteri mengkritik presiden ? yang ada menteri patuh pada presiden. Disuruh tanam singkong, ya tanam singkong. Meskipun, urusan singkong tidak ada hubungannya dengan kementerian pertahanan.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini