Rabu, Desember 8, 2021

AHY Minta Hormati Keputusan MK Soal UU Cipataker

Must Read

Indoissue.com – Majelis Mahkamah Konstitusi (MK) secara mengejutkan mengungkapkan bahwa undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja menyalahi UU Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Mahkamah Konstitusi menyebut bahwa UU Cipta Kerja juga tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat.

Menanggapi putusan tersebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa putusan MK untuk melakukan judicial review pada UU Cipta Kerja sebagai ‘inkonstitusional secara bersyarat’ sejalan dengan pertimbangan Partai Demokrat.

“Akhirnya, Mahkamah Konstitusi memutuskan judicial review UU No.11/ 2020 ttg Cipta Kerja sbg “’inkonstitusional scr bersyarat’”.

“Putusan MK ini sejalan dg pertimbangan @PDemokrat saat menolak pengesahan UU ini, 2020 silam,” kata AHY melalui akun Twitter @AgusYudhoyono.

Menurut AHY, Demokrat memandang terdapat problem formil dan materiil pada UU Cipta Kerja.

“Demokrat memandang memang ada problem formil & materiil,” tuturnya.

AHY kemudian menyampaikan bahwa MK menilai UU Cipta Kerja tidak memiliki metode penggabungan atau omnibus yang jelas.

“Selain memiliki problem keterbukaan publik dalam proses pembahasannya, MK juga nilai UU Cipta Kerja tidak memiliki metode penggabungan (omnibus) yang jelas, apakah pembuataan UU baru ataukah revisi,” tuturnya.

Terbaru

Sayangkan Masih Ada Match Fixing, Anak Buah AHY Minta PSSI Perketat Pengawasan

IndoIssue - Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Bramantyo Suwondo menyayangkan masih terjadi match fixing dalam sepakbola Indonesia. Seperti diketahui...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com