Ambisi KSP Moeldoko: Besar Nafsu dari Kemampuan

0
72
Partai Demokrat

Indoissue.com – Partai Demokrat menggelar keterangan pers yang bertajuk “Demokrat berkoalisi dengan Rakyat VS Moeldoko berkoalisi dengan Yusril”, yang bertempat di kantor DPP Partai Demokrat Jl. Proklamasi No.41, RW.2, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (03/9/2021).

Diketahui bahwa keterangan pers tersebut dilakukan dalam rangka merespon Konpers Proxy KSP Moeldoko yang telah dirapatkan sebelumnya di Jalan Lembang. Sebuah Rumah Dinas milik Angkatan Darat yang masih dikuasai oleh KSP Moeldoko.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyebut konstruksi besar dari persoalan yang terjadi di Partai Demokrat, dimulai dari ambisi seorang KSP bernama Moeldoko, yang ingin sekali menjadi Presiden.

“KSP Moeldoko adalah seorang petualang politik, sejak beliau melakukan Operasi Sajadah ketika menjadi Pangdam III Siliwangi. Lalu dimasukan kotak menjadi Wagub Lemhannas. Sedangkan ambisi menjadi Presiden ini, pertama kali muncul pada 2014.” Ujar Herzaky melalui keterangan pers, Minggu, (03/9/2021).

Herzaky menceritakan bahwa ada seorang pengusaha yang menghadap Presiden SBY agar Partai Demokrat mengusung Moeldoko sebagai calon presiden.

“Ada seorang pengusaha nasional yang menghadap Presiden SBY dan meminta restu Pak SBY, agar PD mengusung Moeldoko sebagai Calon Presiden. KSP Moeldoko saat itu masih perwira aktif dan baru saja diangkat menjadi Panglima TNI.” Lanjut Herzaky.

Setelah gagal mendapat restu tersebut, herzaky membeberkan fakta lain setalah KSP Moeldoko pensiun dari TNI.

“Setelah pensiun dari TNI, Moeldoko datang lagi ke Cikeas. Meminta jabatan tinggi di kepengurusan Partai Demokrat. Pak SBY sampaikan, kalau gabung dengan PD beliau mempersilakan. Kalau soal jabatan Ketua Umum, itu ada mekanismenya melalui Kongres.” pungkasnya.

Tak puas dengan jawaban itu, KSP Moeldoko berusaha untuk menjadi Ketua Umum pada partai-partai lainnya. Bahkan, salah satu mantan Wakil Presiden bercerita, beliau didatangi oleh KSP Moeldoko dan meminta dukungan untuk KSP Moeldoko bisa menjadi Ketua Umum di salah satu Partai Politik. Lagi-lagi mantan Wakil Presiden ini juga menolaknya halus. Beliau katakan, untuk menjadi Ketua Umum itu ada mekanismenya melalui Kongres.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini