Jumat, Desember 3, 2021

Anak Buah Mega Minta Penegak Hukum Tak Dijerat OTT, Begini Respon Polri, KPK dan Aktivis

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Saat menjawab sesi tanya jawab dalam diskusi bertajuk “Hukuman mati bagi koruptor terimplementasikah?” yang digelar secara virtual oleh Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwakarta, Jawa Tengah pada Kamis (18/11/2021) lalu, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan menilai, aparat penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan hakim, tak layak dijerat dengan OTT, melainkan dengan instrumen hukum yang lebih menantang.

“Kita ingin segala sesuatunya penegakan hukum itu adalah instrumen pembangunan, instrumen percepatan pembangunan, artinya dengan adanya penegakan hukum harusnya pemerintahan lebih baik, pemerintahan tidak gaduh, pembangunan dapat berjalan,” imbuhnya.

Sejak pernyataan Arteria itu dikutip media, banyak pihak –termasuk Polri, KPK dan aktivis antikorupsi– langsung merespon pernyataan Arteria Dahlan terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Berikut kami kutip cuplikan pernyataan dari sejumlah pihak, dari berbagai sumber.

Respon Polri

“Bagi Polri, tentu tindakan dan upaya yang dilakukan mengacu pada aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, dalam jumpa pers di kantornya di Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (19/11/2021).

Terbaru

PSIS Semarang Resmi Datangkan Playmaker Asal Brasil Flavio Beck Junior

IndoIssue - CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengabarkan timnya resmi mendatangkan satu nama pemain asing untuk putaran kedua kompetisi...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com