Angga Sasongko Hentikan Filmnya Tayang di TV Yang Tampilkan Saipul Jamil, Deddy Corbuzier Kritik KPI

0
84
Deddy Corbuzier dan Angga Sasongko
Deddy Corbuzier Angga Sasongko

Indoissue.com – Sikap tegas yang ditunjukkan oleh sutradara Angga Sasongko yang berhentikan penayangan filmnya pada televisi karena meliput terpidana kasus kekerasan terhadap anak Saipul Jamil mendapat sorotan oleh khalayak dan mendukung hal tersebut.

Melalui akun Twitter-nya pribadinya @anggasasongko dia mengumumkan menghentikan kesepakatan distribusi film Nussa dan Keluarga Cemara dengan stasiun televisi yang menayangkan kehadiran Saiful Jamil.

“Menyikapi hadirnya Saiful Jamil di televisi dengan cara yang tidak menghormati korban, maka kami memberhentikan semua pembicaraan kesepakatan distribusi film Nussa & Keluarga Cemara dg stasiun TV terkait karena tidak berbagi nilai yang sama dengan karya kami yang ramah anak,” ,” tulis Angga di akun @anggasasongko.

Apa yang dilakukan oleh  Angga tersebut mendapat dukungan dari banyak netizen serta berharap ini awal dari tayangan berkualitas pada industry pertelevisian Indonesia.

. “Nih manuver layak dan patut dicontoh. Action nggak ngemeng aja. Hats off mas angga,” tulis @ombrosfarm.

“Bangga banget ya Allah.. Ada yang seberani ini, mudah2an jadi awal kualitas tayangan TV lebih baik. Aamiin,” tulis @xspicydisaster.

Seperti diketahui Saipul Jamil dijerat pasal 292 KUHP tentang pencabulan dan divonis tiga tahun penjara pada Juli 2017, lalu hukuman dinaikkan oleh majelis hakim saat Saipul Jamil melakukan upaya banding.

Selain soal pencabulan, kasus suap juga menyertainya pedangdut mantan suami Dewi Persik tersebut.

Senada dengan Sikap Angga Sasongko, Deddy Corbuzier juga mengkritisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), yang diam saja padahal persoalan Saipul Jamil mendapat protes oleh berbagai pihak.

“Kenapa KPI diam saja Saipul Jamil euphoria sedangkan rakyat pada protes,” tulis Deddy Corbuzier pada akun twitter pribadinya @corbuzier.

“Ya iyalah krn KPI sendiri ternyata… Ah sudahlah,” lanjutnya. (PR)

 

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini