AS Soroti RI Terkait Sejumlah Pelanggaran HAM

0
0
HAM
Indoissue.com – Amerika Serikat (AS) kembali menyoroti sejumlah dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang diduga dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Sorotan AS tersebut dimuat dalam rilis Laporan HAM oleh Kedutaan dan Konsulat AS di Jakarta yang dimuat di situs resmi Kedubes AS sejak Jumat (15/4).
Sejumlah dugaan pelanggaran HAM dalam laporan dari kelakuan komisi dewan pengawas Komisi Pemberanatsan Korupsi (KPK) atas Lili Pintauli dan tes wawasan kebangsaan (TWK) hingga pemanggilan terhadap Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI yang mencap Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai The King of Lip Service alias raja pembual pada Juni 2021.
Rentetan laporan dugaan pelanggaran HAM itu pun menyoroti sejumlah kasus di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir periode pemerintahan Jokowi.
Menurut laporan tersebut terkait masalah KPK, sejumlah LSM menilai korupsi adalah salah satu penyebab pelanggaran hak asasi manusia, dengan kepentingan uang menggunakan pejabat pemerintah yang korup untuk melecehkan dan mengintimidasi aktivis dan kelompok yang menghambat bisnis mereka.
Laporan HAM AS juga menyorot tajam soal 75 orang pegawai KPK yang gagal dalam TWK. Sebanyak 57 orang didepak dari KPK pada 30 September 2021.
AS juga memantau sejumlah temuan kekerasan yang diterima sejumlah jurnalis di Indonesia oleh berbagai pihak, dari pejabat hingga warga sipil.
Dalam sebuah laporan tentang praktik Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2021, AS mencatat aduan kekerasan jurnalis yang terjadi selama periode Januari hingga Agustus 2021.
“Aliansi Jurnalis Independen (AJI) melaporkan 24 kasus kekerasan terhadap jurnalis yang meliputi doxing, penyerangan fisik, dan intimidasi dan ancaman verbal yang dilakukan oleh berbagai aktor, termasuk pejabat pemerintah, polisi dan aparat keamanan, anggota massa organisasi, dan masyarakat umum,” tulis laporan HAM AS yang dikutip dari situs Kedubes AS di Indonesia, Jumat (15/4).
Masih banyak lagi sejumlah kasus di Indonesia yang jadi sorotan dalam Laporan HAM AS di situs Kedubes AS.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini