Sabtu, Oktober 16, 2021

TPDI: Azis Syamsuddin Punya Peran Sentral Dalam Kasus Suap Penyidik KPK

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Azis Syamsuddin dan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam perkara suap Wali Kota Tanjung Balai, M Syahrial dan eks penyidik KPK Robin Pattuju, menunjukkan adanya indikasi permainan mafia peradilan di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Indikasi tersebut dapat dengan jelas terlihat dari konstruksi perkara Syahrial dan Robin, serta putusan Dewan Pengawas (Dewas) KPK terhadap Lili. Demikian dikatakan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus.

Menurut Petrus, kasus Syahrial dan Robin yang menyeret nama Azis Syamsuddin serta Lili, terdapat unsur permufakatan jahat untuk merintangi penyidikan di KPK. Bahkan menunjukkan Azis memiliki pion pada level penyidik, yakni Robin.

“Terlihat betapa Azis Syamsuddin menguasai beberapa oknum di KPK, sehingga Azis dengan mudah melakukan permufakatan jahat dengan Robin Pattuju dan M Syahrial serta Lili Pintauli untuk menghalangi penyidikan beberapa kasus korupsi di KPK,” beber Petrus.

Pada kasus-kasus tersebut, Petrus menilai ketidakfokusan KPK unsur permufakatan jahat praktik mafia hukum ini.

Sebab, Azis serta Lili tidak ditindak tegas walaupun dalam konstruksi kasus suap Robin dan putusan Dewas KPK atas Lili, menunjukkan jalannya praktik mafia peradilan yang menunjukkan keterlibatan mereka, yang harus diamputasi oleh Ketua KPK Firli Bahuri.

Dari jalannya proses hukum atas perkara suapa Wali Kota Tanjung Balai dan Pintauli, Petrus meyakini, Azis Syamsuddin memiliki peran sentral dalam kasus suap penyidik KPK ini.

Sebab, Azis memfasilitasi pertemuan Syahrial dengan Robin sehingga terjadi suap pengurusan perkara namun statusnya masih sebatas saksi.

“Diduga telah terjadi permufakatan jahat untuk korupsi, suap, merintangi penyidikan kasus di KPK, dalam pertemuan itu. Bahkan terjadi tindak pidana secara berbarengan (samenloop),” ungkap Petrus.

Petrus bilang, sudah seharusnya Syahrial dan Robin dijerat dengan pasal berlapis, yaitu permufakatan jahat (Pasal 15 UU Tipikor), memberi/menerima suap (Pasal 5-14 UU Tipikor) dan bertemu pihak yang berperkara (Pasal 36 UU KPK Jo Pasal 55 KUHP).

Namun dalam konstruksi kasus Syahrial dan Robin, KPK hanya mendakwa keduanya dengan jeratan pasal suap.

“Ini suatu malapetaka bagi KPK di masa yang akan datang, karena terkesan melindungi pelaku korupsi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Petrus menyeyangkan lemahnya sanksi etik dari Dewas KPK terhadap Lili yang terindikasi berkoordinasi dengan pihak yang berperkara. Padahal Lili dapat dicurigai sebagai klik Azis dan Robin yang harus diberi sanksi tegas pemecatan.

“Dewas KPK hanya tegas terhadap Robin Pattuju yaitu memberhentikan dengan tidak hormat dari status pegawai KPK, tetapi Dewas KPK bersikap sangat lunak ketika menindak Lili Pintauli,” kata Petrus.

Petrus dengan tegas menambahkan, KPK harus menunjukkan konsistensinya dalam memberantas perkara korupsi secara tuntas. Tidak gagap untuk menjerat pejabat negara termasuk unsur pimpinan di badannya sendiri.

Adanya indikasi Azis dan Lili terlibat dalam tiga perkara sekaligus dalam dugaan pasal berlapis seharusnya KPK tidak ragu untuk menersangkakan keduanya. Bahkan mempertimbangkan faktor krisis ekonomi dan pandemi Covid-19 yang terjadi ketika kasus suap Robin terungkap.

Katanya, jika saja KPK sudah menemukan bukti-bukti keterlibatan Azis Syamsuddin untuk tiga perkara dengan sangkaan pasal berlapis, maka jaksa KPK juga harus mempertimbangkan faktor di mana dugaan tindak pidana yang disangkakan terjadi. Apalagi, pada saat negara sedang menghadapi krisis ekonomi akibat bencana Covid-19.

“Oleh karena itu sekiranya sangkaan KPK terbukti, maka JPU harus menuntut mereka dengan pasal pidana mati,” tutup Petrus Selestinus. (DP)

Terbaru

Lolos Ke Semifinal, Indonesia Berhasil Bikin Malu Malaysia

Indoissue.com - Indonesia berhasil mengalahkan lawanya, yaitu Malaysia di babak perempat final Thomas Cup 2021 di Ceres Arena, Jumat...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com