Berbeda Dengan Demokrat, Sesama Kader PSI Malah Berkelahi Karena Korupsi

0
115

Indoissue.com – Berbeda dengan Partai Demokrat yang berseteru dengan pihak luar yang ingin mengambil alih dengan cara inkonstitusional, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya malah akan dilaporkan kembali oleh kadernya sendiri, Dino Wijaya, terkait skandal memalukan yakni korupsi dana bantuan politik (banpol).

“Kami juga akan melapor ada dugaan korupsi. Makanya dalam waktu dekat ini kami akan melaporkan ke Tipidkor Polda Jatim juga,” ujar Feldo Keppy, pengacara Dino Wijaya, Senin (13/9/2021).

Feldo merinci, dugaan korupsi yang dimaksud adalah pencairan dana bantuan politik (banpol) yang masih satu rangkaian dengan pemalsuan tanda tangan yang sudah dilaporkan sebelumnya.

“Pelapornya masih sama, Pak Dino, klien kami yang sekarang masih kader PSI menjabat Ketua DPC PSI Sambikerep, tetapi dapat ancaman untuk dipecat,” jelas Feldo.

Terkait dana banpol, menurut laporan Dino Wijaya menduga terdapat tindak korupsi dalam pencairan dan penggunaan oleh DPD PSI Surabaya.

Namun Feldo menyatakan, kliennya tidak tahu berapa nominal yang dikorupsi.

“Kalau berapa yang dikorupsi kami tidak tahu,” jelas Feldo.

Lantas, bagaimana respon Ketua PSI Kota Surabaya menanggapi pengaduan ini?

Ketua PSI Kota Surabaya Yusuf Lakaseng menyatakan, “Saya tidak ada komentar apapun ya.”

Seperti diketahui, DPD PSI Kota Surabaya dilaporkan kadernya sendiri ke Polda Jawa Timur karena diduga telah memalsukan tanda tangan kadernya sendiri yang bernama Dino Wijaya, hanya untuk mencairkan bantuan dana politik.

Dan menurut pengakuan Feldo, pemalsuan yang dilakukan terlapor itu berkaitan dengan agenda pendidikan partai PSI. Dana bantuan tersebut bersumber dari Bakesbangpol Pemkot Surabaya. (DP)

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini