Biografi dan Kisah Hidup Inspiratif SBY

0
203
AHY

Indoissue.com – Ada banyak cerita jika kita ingin mengungkapkan perjalanan hidup Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono atau akrab disapa SBY. Tergantung kita mau mengambilnya dari perjalanan hidupnya pada bagian yang mana.

Namun yang pasti, perjalanan karir yang dilaluinya tidak semudah yang kita bayangkan saat ini. Berikut profile perjalanan Susilo Bambang Yudhoyono.

Masa kecil hingga remaja

SBY lahir di lingkungan pesantren di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada 9 September 1949.

Ia merupakan anak tunggal yang lahir dari pasangan Raden Soekotjo yang pensiunan militer berpangkat Letnan Satu, dengan Siti Habibah.

Susilo Bambang Yudhoyono yang dipanggil “Sus” oleh orangtuanya dan populer dengan panggilan “SBY”, melewatkan sebagian masa kecil dan remajanya di Kota Pacitan.

Pada masa kecil hingga remaja, SBY tinggal di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Ploso, masih di wilayah Kabupaten Pacitan.

SBY tinggal di sana pada awal tahun 1960-an, selama kurang lebih 7-8 tahun sejak kelas 5 atau 6 SD, hingga tamat SMA.

Susilo Bambang Yudhoyono mengisahkan, ketika itu kawasan tempat tinggalnya masih sangat sepi, jauh dari berbagai fasilitas.

Sehingga dirinya melewatkan masa kecil dan remajanya bersama teman-teman dengan berbagai kegiatan kreatif. Mulai dari bermain musik, bola voli, belajar bersama, dan sebagainya.

Akan tetapi kondisi sederhana itu juga tidak membuatnya ciut nyali untuk bermimpi besar.

Hobinya pada olah raga Voli bahkan ditekuninya hingga saat ini, dengan mendirikan klub voli LavAni, nama yang diambil dari kecintaannya yang mendalam terhadap mendiang Ibu Ani Yudhoyono, di kediamannya di Cikeas, Kabupaten Bogor.

Nah, darah prajuritnya menurun dari ayahnya yang tentara. Sementara ibunya, Siti Habibah, adalah putri salah seorang pendiri Pondok Pesantren Tremas.

Namun Pendidikan Sekolah Rakyat adalah pijakan masa depan yang paling menentukan bagi SBY.

Dari silsilah ayahnya, dapat dilacak hingga garis keturunan Pakubuwana, serta memiliki hubungan dengan trah Hamengkubuwana II.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini