Buka Roundtable Discussion Bahas Geopolitik & Keamanan Internasional, Ekonomi Global & Perubahan Iklim, AHY Ingatkan Soal Kemunduran Demokrasi dan Tekanan Ekonomi Bagi Rakyat

0
66
AHY

Indoissue.com – Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuka Roundtable Discussion, tentang Geopolitik dan Keamanan Internasional, Ekonomi Global dan Perubahan Iklim, di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (13/10) pagi. Roundtable Discussion ini diselenggarakan TYI bekerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Dalam sambutannya AHY menyampaikan pandangannya tentang situasi dan kondisi dunia hari ini, juga masa depan. “Ada kecemasan, bahkan ketakutan atas berbagai tantangan, ujian, disrupsi, dan krisis multidimensi dewasa ini. Yang jelas, dunia dan kehidupan manusia di abad 21 ini menjadi semakin vulnerable, uncertain, complex, and ambiguous. Tentu ini harus menjadi perhatian kita semua yang masih memiliki keinginan dan harapan atas dunia yang lebih baik,” jelas AHY.

AHY juga mengungkapkan bahwa Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah menghadirkan ketidakpastian dan tekanan besar terhadap tatanan ekonomi-politik global.

“Selain berdampak pada sisi kesehatan, pandemi juga telah menghadirkan tren kemunduran demokrasi yang ditandai oleh menguatnya praktik resentralisasi kekuasaan, politik populisme, dan eksploitasi politik identitas, menurunnya kebebasan sipil, hingga melemahnya prinsip transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan di berbagai negara,” ucap AHY.

“Pandemi juga masih menyisakan tekanan ekonomi yang ditandai oleh masih lemahnya daya beli masyarakat, belum normalnya neraca perdagangan, dan juga investasi global,” lanjut AHY.

Situasi saat ini, lanjut AHY, diperparah oleh hadirnya invasi Rusia ke Ukraina, yang kini seolah menjadi epitome. Penggunaan kekuatan militer dalam menyelesaikan konflik geopolitik di daratan Eropa.

“Dampak perang yang telah berlangsung selama delapan bulan ini, begitu terasa. Perang telah mengganggu rantai pasokan komoditas global (supply chain), hingga mendorong terjadinya inflasi dan resesi yang mengancam ekonomi internasional,” tambah AHY.

Relasi Tiongkok dan Amerika Serikat belakangan ini juga kian meruncing, khususnya terkait sengketa Laut Cina Selatan dan juga kedaulatan teritorial Taiwan, hingga akhirnya melahirkan pakta pertahanan baru, yaitu Australia, United Kingdom dan United States of America (AUKUS) yang sering dibaca oleh masyarakat internasional sebagai rebalancing strategy Barat terhadap Tiongkok.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini