Daripada Larang Ekspor CPO, Ekonom Sarankan Pemerintah Lakukan Hal Ini

0
0
Daripada Larang Ekspor CPO, Ekonom Sarankan Pemerintah Lakukan Hal Ini

Indoissue.com – Kebijakan larangan ekspor CPO bersama produk turunannya sudah berlaku per 28 April 2022. Meski ini bertujuan untuk menjaga pasokan minyak goreng dalam negeri dan juga menjaga harganya, Ekonom MNC Sekuritas Tirta Widi Gilang Citradi dengan tegas menyebut, larangan pemerintah ini merupakan kebijakan yang kontraproduktif.

Pasalnya, larangan kebijakan ini bisa berpotensi menyebabkan penurunan nilai dan volume ekspor yang tidak perlu.

Ia pun memperkirakan, nilai potensi kerugian nilai ekspor bulanan adalah sekitar US$ 1,8 miliar hingga US$ 2,2 miliar, karena kebijakan ini. “Mengingat, CPO dan produk turunannya (HS 1511) menyumbang lebih dari 80% ekspor lemak dan minyak hewan nabati,” ujar Tirta kepada wartawan, Jumat (29/4).

Adapun, CPO dan produk turunannya menyumbang sekitar 11,52% dari total ekspor Indonesia tahun 2021.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun lalu, Indonesia mengekspor sekitar 25,5 juta ton CPO dan turunannya dengan nilai US$ 26,67 miliar atau rata-rata 2,13 juta ton senilai US$ 2,22 miliar per bulan.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini