Indoissue.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan melalui percepatan dekarbonisasi sektor transportasi. Penegasan tersebut disampaikan Menko AHY dalam Town Hall Meeting: Dekarbonisasi Transportasi Indonesia, Senin (26/1/2026).
Menko AHY menekankan bahwa dekarbonisasi transportasi tidak dapat ditunda, mengingat posisi geografis Indonesia yang rentan terhadap dampak krisis iklim dan meningkatnya frekuensi bencana alam.
“Pemanasan global dan krisis iklim bukan sekadar buzzwords. Ini harus benar-benar menggerakkan hati dan pikiran kita, terutama bagi para pengambil kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Menko AHY dalam sambutan pembukanya.
Ia menyampaikan bahwa arah kebijakan pembangunan nasional, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, menempatkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan sebagai dua tujuan yang harus berjalan beriringan.
“Kita mengejar prosperity, tetapi secara bersamaan kita juga ingin menghadirkan sustainability, keberlanjutan lingkungan bumi kita,” jelas Menko AHY.
Berdasarkan data inventarisasi emisi nasional, sektor energi masih menjadi penyumbang emisi terbesar, diikuti sektor kehutanan dan penggunaan lahan, limbah, pertanian, serta industri. Di dalam sektor energi tersebut, transportasi menempati porsi yang signifikan.
“Transportasi berkontribusi sekitar 22 persen dari total emisi sektor energi. Karena itu, forum ini secara khusus memfokuskan pembahasan pada sektor transportasi,” ujar Menko AHY.
Ia menjelaskan bahwa transportasi darat mendominasi emisi sektor transportasi dengan kontribusi sekitar 80 hingga hampir 90 persen, sementara sisanya berasal dari transportasi laut, udara, dan perkeretaapian. Total emisi dari sektor transportasi darat tercatat mencapai sekitar 188 juta ton CO₂.
Menko AHY menyampaikan bahwa upaya dekarbonisasi transportasi dilakukan secara terukur dan berbasis data, antara lain melalui elektrifikasi kendaraan, peningkatan bauran biodiesel hingga B50, peralihan moda transportasi ke angkutan umum massal, serta pengembangan Transit Oriented Development (TOD). Data tahun 2024 menunjukkan kendaraan listrik baru mencapai sekitar 0,30 persen dari total 20 juta kendaraan, dengan target meningkat menjadi 3,54 persen pada 2030.
“Kita ingin melakukan elektrifikasi kendaraan, KBLBB—kendaraan bermotor listrik berbasis baterai—sebagai bagian dari solusi jangka menengah dan panjang,” kata Menko AHY.
Di sektor perkeretaapian, pemerintah terus mendorong penguatan angkutan penumpang dan logistik melalui pengembangan jaringan transportasi berbasis rel. Pada 2023, pengembangan sektor ini tercatat berkontribusi terhadap penurunan emisi sebesar 4,1 juta ton CO₂.
Sementara itu, di sektor transportasi udara, Sustainable Aviation Fuel (SAF) menjadi salah satu instrumen penting dalam agenda dekarbonisasi yang tengah dikawal pemerintah.
“Saya senang karena kita bersama-sama mengawal sustainable aviation fuel. Teknologinya sudah tersedia dan sudah tersertifikasi,” ujar Menko AHY.
Menko AHY menegaskan bahwa pemerintah menargetkan penyelesaian peta jalan (roadmap) dekarbonisasi transportasi pada Mei 2026. Peta jalan tersebut akan menjadi acuan kebijakan lintas sektor sekaligus memperkuat posisi dan kontribusi Indonesia dalam forum internasional, termasuk COP31.
“Dekarbonisasi sektor transportasi ini sangat penting dan harus kita kawal bersama-sama,” pungkas Menko AHY.
Dalam kegiatan tersebut, Menko AHY didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Ayodhia G.L. Kalake; Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal; Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Odo Manuhutu; Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Rachmat Kaimuddin; serta Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Hutahayan. Turut mendampingi para Staf Khusus Menteri, yakni Agust Jovan Latuconsina, Herzaky Mahendra Putra, Sigit Raditya, Irjen Pol Arif Rahman, dan Merry Riana.
