Sabtu, Oktober 16, 2021

Profil Irjen Napoleon Bonaparte, Penganiaya Penista Agama Muhammad Kece

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue – Napoleon Bonaparte, nama yang sedang mengemuka akhir-akhir ini. Sebelumnya publik dihebohkan dengan pemberitaan Napoleon terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra. Kini ia menjadi ramai dibicarakan setelah menganiaya pelaku penita agama Muhammad Kece. Berikut ini profil lengkap Irjen Napoleon.

Profil Irjen Napoleon Bonaparte

Irjen Pol. Drs. H. Napoleon Bonaparte, M.Si. biasa dikenal dengan nama Napo Batara, lahir di Baturaja, Sumatra Selatan pada 26 November 1965. Napo merupakan seorang perwira tinggi polisi, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988.

Karier Irjen Napoleon Bonaparte

Karir Napoleon di kepolisian mulai melesat semenjak menjabat sebagai Kapolres Ogan Komering Ulu, terhitung sejak tahun 2006 yang lalu.

Dua tahun tahun berikutnya, ia dipercaya menjabat Wakil Direktur Reskrim Porla Sumatera Selatan. Setelah itu didapuk menjadi Direktur Reskrim Polda DIY. Napoleon salah satu perwira yang karirnya cukup cemerlang.

Pada tahun 2011 Napoleon diangkat menjadi Kasubdit III Dittipidum Bareskrim POLRI. Setelah itu, kembali dipercaya memegang jabatan penting, yakni Kabagbinlat Korwas PPNS Bareskrim POLRI.

Kemudian mendapat kenaikan pangkat pada 2020, dari Brigjen menjadi Irjen sebagai Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri.

Berikut ini perjalanan karir Napoleon Bonaparte di Kepolisian:

  1. Kapolres Ogan Komering Ulu Polda Sumsel (2006)
  2. Wadir Reskrim Polda Sumsel (2008)
  3. Dir Reskrim Polda DIY (2009)
  4. Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri(2011)
  5. Kabagbinlat Korwas PPNS Bareskrim Polri (2012)
  6. Kabag Bindik Dit Akademik Akpol (2015)
  7. Kabag Konvinter Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri (2016)
  8. Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri (2017)
  9. Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri (2020)
  10. Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri (2020)

Kasus Penghapusan Red Notice Buronan Djoko Tjandra

Napoleon Bonaparte tersandung kasus red notice bersama mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo. Pengadilan Tipikor Jakarta mendakwa Napoleon bersalah karena terima suap USD 370 ribu dan SGD 200 ribu dari Djoko Tjandra terkait penghapusan red notice/DPO di Imigrasi.

Napoleon Bonaparte dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. Kemudian ia juga mengajukan banding atas vonis itu, namun Pengadilan Tinggi DKI tetap menghukum Napoleon selama 4 tahun penjara.

Napoleon melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Hakim menyatakan Napoleon bersalah karena menghapus nama Djoko Tjandra di sistem Imigrasi dengan menyurati Imigrasi saat itu. Hakim juga mengungkap Napoleon mengtahui red notice Djoko Tjandra di Interpol pusat sudah terhapus. Lalu, Napoleon menyurati Imigrasi sehingga nama Djoko Tjandra terhapus.

Menurut hakim, Kejaksaan Agung masih membutuhkan red notice Djoko Tjandra. Dimana saat itu, Djoko Tjandra masih menjadi buron kasus hak tagih (cessie) Bank Bali.

Akhirnya, Djoko Tjandra berhasil masuk ke wilayah RI dan mendaftarkan peninjauan kembali (PK) atas kasus cessie Bank Bali. Masuknya Djoko Tjandra ke RI saat itu sempat menghebohkan publik. Saat itu, Napolen menjadi perbincangan dan pemberitaan hingga berhari-hari.

Berselisih dengan Muhammad Kece 

Napoleon Bonaparte kembali menjadi pemberitaan pada 18 September 2021. Dia terlibat melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kace. Kece seorang tersangka kasus penistaan agama yang sama-sama ditahan di rutan Bareskrim Polri.

Kasus tersebut terungkap setelah adanya laporan yang dilayangkan Muhammad Kece pada 26 Agustus ihwal penganiayaan. Laporan itu teregister dengan nomor LP Nomor 0510/XIII/2021/Bareskrim, atas nama pelapor Muhamad Kosman.

Surat Terbuka Irjen Napoleon Bonaparte

Santer berita penganiayaan dirinya terhadap Muhammad kece, dari jeruji penjara Napoleon mengirimkan surat terbuka. Berikut isi lengkap penjelasannya,

  1. Alhamdulillah YRA, bahwa saya dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin
  2. Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah ku, Al Quran, Rasulullah SAW dan akidah Islam ku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya.
  3. Selain itu, perbuatan Kace dan beberapa orang tertentu telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia
  4. Saya sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini pemerintah belum juga menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu
  5. Akhirnya, saya akan mempertanggung jawabkan semua tindakan saya terhadap Kace apapun risikonya

Semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah SWT, dan hidup rukun sebagaimana yang ditauladani oleh para pendiri bangsa kita.

Hormat dan Salamku

Napoleon Bonaparte alias Napo Batara

Inspektur Jenderal Polisi (ES)

 

 

 

Terbaru

Kereta Cepat JKT-BDG Pakai APBN, Said Didu: Lima Kali Lebih Bahaya dari Korupsi

Indoissue.com - Proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung tengah menjadi sorotan belakangan ini. Pasalnya pembangunannya bakal memakai Anggaran...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com