Diduga Habiskan Rp100 Milyar, Gugatan JR Yusril Tidak Ada Gunanya

0
231
tidak ada

Indoissue.com – Dalam diskusi virtual yang disiarkan secara live streaming pada platform Twitter bersama Didik Junaidi Rachbini, Rabu (29/9/2021) kemarin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia, Mahfud Md, saat ditanya ditanya mengenai kekisruhan sejumlah partai politik yang pernah terjadi di Indonesia, termasuk yang belakangan adalah Partai Demokrat, menilai bahwa gugatan empat mantan kader PD yang menggandeng Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara tidak ada gunanya.

“Begini ya, kalau secara hukum, gugatan Yusril ini ndak akan ada gunanya, karena kalaupun dia menang tidak akan menjatuhkan Demokrat yang sekarang,” tegas Mahfud.

Saat Didik Rachbini bertanya, bagaimana posisi pemerintah mengenai kisruh Partai Demokrat dengan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Mahfud kemudian memaparkan kronologis pertemuan saat dia menghadap Presiden Joko Widodo.

Mahfud kemudian menjelaskan kronologis saat sejumlah mantan kader Demokrat menggelar Kongres Luar Biasa di Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Kalau Istana mau masuk sebenarnya ketika Moeldoko kongres di Medan itu kita tinggal mengesahkan aja dengan kasar gitu, tapi pada waktu itu saya menghadap presiden,” lanjut Mahfud Md dalam diskusi tersebut.

Kronologis keputusan hukum KLB ilegal

Mahfud kemudian menirukan ucapannya saat bertemu Presiden Jokowi.

“Saya bersama Menkumham dan Presiden, ‘Gimana nih, Pak? Hukumnya bagaimana?’ kata Pak Jokowi kepada saya. Hukumnya, Pak, ndak boleh ada muktamar seperti itu, karena muktamar itu atau kongres itu harus diminta oleh pengurus yang sah,” kata Mahfud saat itu.

Menko Mahfud kemudian memberikan penjelasan lebih lanjut kepada Jokowi mengenai aturan pelaksanaan KLB.

Ia mengatakan, acara yang disebut KLB di Sibolangit, Sumatera Utara, itu dilakukan tanpa izin pengurus PD yang sah.

“Ini kan mereka di luar, bukan pengurus yang sah, jadi itu ndak boleh disahkan. Kata Pak Jokowi, ‘Kalau memang begitu tegakkan saja hukum, ndak usah disahkan Pak Moeldoko meskipun dia teman kita dan punya ambisi politik’, kata Pak Jokowi,” seperti ditirukan Mahfud di acara tersebut.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini