Sabtu, Oktober 16, 2021

Donald Trump Desak Twitter Agar Pulihkan Akun Miliknya

Must Read

Indoissue.com – Mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta hakim Florida mendesak Twitter agar mau memulihkan akun miliknya.

Donald Trump mengajukan permintaan perintah awal terhadap Twitter di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan Florida, dengan alasan perusahaan media sosial itu “dipaksa” oleh anggota Kongres AS untuk menangguhkan akunnya.

Twitter telah, “menjalankan pengendalian dan kontrol atas wacana politik di negara ini yang…sangat berbahaya untuk membuka debat demokratis,” kata pengacara Donald Trump dalam pengajuan laporan tersebut tersebut.

Twitter menolak mengomentari aduan ini

Gugatan Donald Trump terhadap Twitter diajukan pada Jumat (1/10) di Miami. Ia mengklaim Twitter menutup akun Trump akibat tekanan saingan politik Trump, pada Januari lalu.

Trump mempertanyakan mengapa Twitter tetap mengizinkan Taliban tetap mencuitkan secara reguler kemenangan militer mereka di Afghanistan, tapi mengunci akun miliknya.

Tapi, ia mengajukan protes lantaran Twitter kerap menyensornya selama ia menjabat sebagai Presiden AS. Ia juga berpendapat Twitter kerap melabeli tweet-nya sebagai informasi yang menyesatkan.

Pelanggaran Media Sosial Terhadap Trump

Twitter dan beberapa platform media sosial lainnya melakukan pelarangan terhadap Trump. Dari layanan mereka setelah massa pendukungnya menyerang US Capitol dalam kerusuhan mematikan pada 6 Januari.

Serangan itu terjadi usai pidato Trump di mana ia mengulangi klaim palsu bahwa kekalahannya dalam pemilihan pada November lalu akibat kecurangan yang masif. Pernyataan ini mendapat banyak penolakan oleh banyak pengadilan dan pejabat pemilihan negara bagian di AS.

Penutupan ini membuat Trump marah dan menuduh perusahaan secara tidak sah membungkam sudut pandang konservatif.

Padahal, ketiga perusahaan ini menutup akun Trump karena mereka menilai Trump melanggar etika bersosial media di platformnya.

Di Juli, Trump menggugat tiga penguasa media sosial dunia tersebut.

“Kami akan mencapai kemenangan bersejarah bagi kebebasan Amerika dan pada saat yang sama, kebebasan berbicara.” kata Donald Trump di New Jersey pada Juli lalu.

Akun media Twitter Trump sendiri memiliki lebih dari 88 juta pengikut.

Akibat kekalahan Trump di pemilihan AS lalu, ratusan pendukungnya meluncurkan protes mematikan di US Capitol pada 6 Januari. Peristiwa itu terjadi setelah Trump mengklaim kekalahannya adalah palsu dan hasil penipuan.

Tak hanya menggugat Twitter, Trump juga mengajukan gugatan pada keponakannya. Keponakan Trump, Mary Trump dan beberapa wartawan New York Times digugat karena mengungkapkan informasi pajak Trump ke pengadilan negara bagian New York, Selasa (21/9).

Trump menuduh pengungkapan informasi pajak tersebut melanggar perjanjian penyelesaian pada 2001 lalu di antara keluarga. (AL)

Terbaru

Lolos Ke Semifinal, Indonesia Berhasil Bikin Malu Malaysia

Indoissue.com - Indonesia berhasil mengalahkan lawanya, yaitu Malaysia di babak perempat final Thomas Cup 2021 di Ceres Arena, Jumat...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com