Sabtu, Oktober 16, 2021

dr. Tirtha: Ketua KPI Secara Wibawa Harusnya Mundur

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Merespon skandal pelecehan seksual sesama pria dan perundungan (bullying) yang mendera salah satu pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MSA, yang dilakukan oleh delapan pegawai KPI lainnya, dr. Tirta Mandira Hudhi pada acara podcast Deddy Corbuzier, dengan tegas menyatakan agar Ketua KPI mundur dari posisinya.

“Harusnya ketuanya secara wibawa, mundur,” tegas dr. Tirtha.

Mendapat respon seperti itu, Deddy Corbuzier pun membalasnya, “Wah, nekat (kamu), musuh sudah banyak, sekarang asosiasi baru Anda ajak musuhan,” canda Deddy.

Dokter Tirtha kemudian melanjutkan, “Sekarang gini, let say dr. Tirtha, CEO Shoes and Care ternyata ada sebuah sindikat ada pegawai gw yang melakukan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pegawai inti saya, kaki tangan saya, saya sebagai CEO, untuk menjaga trus ke company (perusahaan), saya mundur.”

Dokter Tirta kemudian menganalogikan, jika tidak mundur, maka publik akan terus mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya sebagai sarang pelecehan karena pimpinannya melindungi.

Nah, jika pimpinannya sudah mundur, maka selanjutnya semua yang terkait dengan persoalan tersebut untuk mundur.

“Ini untuk menjaga trus KPI itu sendiri,” urainya.

Terjadi Sejak 2015

Perkembangan terakhir, MSA mencabut kuasa dari pengacara yang diberikan Polri. Pengacara yang kini membela korban pelecehan di KPI, Muhammad Mualimin, membenarkan sebelumnya korban dibela kuasa hukum dari Polri.

Mualimin menjelaskan penyebabnya, mengapa korban mencabut kuasa dari pengacara Polri.

“MSA bersama keluarga ingin memilih kuasa hukum yang sudah kenal lama dan akrab. Agar lebih nyaman dan tidak sungkan dalam menjelaskan sesuatu,” ujar Mualimin.

Artinya, ada faktor kedekatan antara keluarga korban dengan Mualimin.

Dan selain Mualimin, kini MSA didampingi 7 pegacara lainnya.

Pelecehan seksual yang dilakukan rekan kerja sesama pria dan juga perundungan yang dialami MSA, menurut pengacara sebelumnya dari pihak kepolisian, Okto Halawan, terjadi pada tahun 2015.

“Karena gini, yang bersangkutan trauma ya. Psikisnya terganggu ya,” ujar Okto Halawan di Mapolres Metro Jakpus, Kamis (2/9/2021) lalu.

Okto menjelaskan saat itu, kliennya itu tidak baik-baik saja. Okto menyebut, korban terganggu secara psikis.

Dilakukan Senior

MSA merupakan pegawai KPI Pusat sejak 2011. Pasca menjadi pegawai KPI Pusat, ia menjadi korban perundungan para senior tempatnya bekerja. Para senior itu melakukan berbagai macam perundungan seperti memukul, menelanjangi dan memotret kelamin, memaki secara rasisme, memfitnah orangtua.

Menurut MSA melalui keterangan tertulisnya pada Kamis (2/8/2021) menyebut, ada delapan senior yang melakukan pelecehan dan perundungan, mereka bekerja di divisi visual data.

Namun yang memalukan, semua kejadian itu terjadi di kantor KPI Pusat.

“Mereka bersama sama mengintimidasi yang membuat saya tak berdaya. Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja,” lanjut MSA.

Akibat perundungan yang terjadi bertahun-tahun lamanya itu, dirinya mengaku stres dan terganggu secara psikis.

MSA pernah mengadu ke atasannya. Namun solusinya, ia dipindahkan ke ruangan lain, para terduga pelaku tak mendapatkan sanksi apa pun.

Yang terjadi, para senior itu justru mencemooh MSA sebagai pengaduan atau tukang mengadu.

Perundungan terus berlanjut. MSA sempat mengadu ke Komnas HAM, dan disarankan untuk membuat laporan ke polisi. Sebab, Komnas HAM menilai kejadian yang menimpa MSA bukan tindak pelanggaran HAM melainkan tindak pidana.

MS pernah mengadu dua kali ke Polsek Metro Gambir pada 2019 dan 2020. Saat pelaporan pertama, polisi meminta MSA menyelesaikan secara internal. Pelaporan kedua, polisi hanya meminta nomor para terduga pelaku tanpa proses hukum.

“Kepada siapa lagi saya mengadu? Martabat saya sebagai lelaki dan suami sudah hancur,” kata MSA.

Apa yang akan terjadi dari peristiwa ini? Apalah MSA akan mendapat keadilannya? Waktu akan menjawabnya!! (DP)

Terbaru

Lolos Ke Semifinal, Indonesia Berhasil Bikin Malu Malaysia

Indoissue.com - Indonesia berhasil mengalahkan lawanya, yaitu Malaysia di babak perempat final Thomas Cup 2021 di Ceres Arena, Jumat...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com