Duet Anies – AHY Representasi Me­wakili Perubahan

0
204

Indoissue.com – Duet mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) unggul di peringkat pertama capres-cawapres pilihan pembaca situs berita Viva.co.id per 4 Februari 2023.

 

Bahkan, mengungguli unggul cukup jauh dibandingkan paslon lainnya. Melihat hasil poling ini, Partai Demokrat menilai, hal itu menunjukkan harapan dan aspirasi publik terhadap peruba­han sangat besar.

 

“Anies-AHY sendiri merupakan dua tokoh yang dianggap representasi, me­wakili perubahan. Karena itulah, wajar saja kalau masyarakat ban­yak mendorong agar pasangan ini bisa terwujud,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Renanda Bachtiar kepada Rakyat Merdeka, belum lama ini.

 

Dia mengklaim, sejak satu setengah tahun lalu, nama pasangan Anies-AHY sudah banyak digaungkan publik di berbagai lapisan. Berbagai survei pun menunjukkan Anies-AHY salah satu pasangan terkuat.

 

Anies dengan jejak rekam keberhasi­lannya memimpin teritori, se­bagai Gubernur DKI Jakarta. Anies juga pernah punya por­tofolio sektoral secara nasional, yaitu Mendikbud.

 

 

Sementara AHY terbukti ber­hasil memimpin dan mengkon­solidasikan organisasi politik tingkat nasional sebesar Partai Demokrat, dengan jutaan kader, ratusan ribu pengurus sampai di tingkat desa/kelurahan, ribuan anggota dewan, dan hampir seratus kepala daerah.

 

“AHY, terbukti mampu memimpin di tengah situasi krisis akibat upaya pembegalan kepemimpinannya secara berulang kali,” tambahnya.

 

AHY saat memimpin Partai Demokrat, lanjutnya, tetap teguh dan konsisten menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi dan harapan masyarakat, terutama yang tak puas dengan kebijakan pemerintah, baik di parlemen maupun di ruang publik.

 

Dia mengklaim, semakin banyak rakyat yang merindukan masa-masa kepimpinan SBY yang tercermin di AHY,

 

“Tak heran, Ketum AHY didu­kung akar rumput. Beliau juga rajin turun langsung ke bawah. Bertemu dengan beragam ka­langan, dari mulai akademisi, kaum pesantren, buruh, pelaku UMKM, hingga turun langsung menemui petani dan kelompok masyarakat lainnya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini