Sabtu, Oktober 16, 2021

Erick Thohir Berencana Bubarkan 7 BUMN, Begini Argumennya

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana akan membubarkan tujuh perusahaan pelat merah yang sudah lama tidak beroperasi. Alasannya, karena mempertimbangkan nasib para pegawai perusahaan tersebut selama ini.

“Sekarang yang perlu ditutup itu ada tujuh BUMN yang memang sudah lama tidak beroperasi. Ini kan kasihan juga nasib para pegawainya terkatung-katung,” kata Erick dalam keterangan resmi, Kamis, 23 September 2021.

Ia lantas menyebut beberapa nama perusahaan yang masuk dalam daftar tujuh BUMN yang akan ditutup seperti PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas, PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero).

“Ini hal-hal yang saya rasa kita harus pastikan keputusan ini ada,” alasan Erick Thohir.

Karenanya, rencana penutupan sejumlah BUMN itu, atas dasar pertimbangan bahwa keputusan pemerintah harus diambil semakin cepat, terutama di era pasar bebas seperti saat ini. Meski begitu, percepatan pengambilan keputusan itu sangat penting.

“Ketika kita melihat ada satu perusahaan yang tidak sehat, dan ini sekarang sudah terbuka digitalisasi dan market-nya. Kalau tidak diambil keputusan cepat, itu nanti akan membuat perusahaan tersebut makin lama makin tidak sehat,” urai pemilik klub sepak bola Persis Solo.

Padahal, menurut dia, dalam waktu yang singkat sebetulnya sejumlah perbaikan bisa dilakukan. “Cuma karena prosesnya belum, jadinya tidak sehat. Akhirnya bukan jadi tidak sehat saja, malah bangkrut dan tutup.”

Mantan Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’kruf pada Pilpres 2019 lalu itu kemudian menyatakan, restrukturisasi beberapa BUMN sebelumnya membutuhkan waktu yang sangat lama yakni sekitar 9-12 bulan. Waktu yang lama itu karena ada kepentingan lintas Kementerian.

Karenanya, Erick Thohir telah meminta meminta dukungan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi, semua menteri dan DPR agar mendukung rencana percepatan tersebut.

“Berilah kepercayaan kepada kami sebagai Kementerian BUMN untuk bisa menutup dan menggabungkan (merger) perusahaan BUMN dengan cepat. Hal ini bertujuan supaya bisa mengantisipasi perubahan bisnis model yang terjadi saat Covid atau pascaCovid. Ini yang kita lakukan,” kata Erick Thohir.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya telah menyebutkan empat nama BUMN yang akan dibubarkan itu. Ia juga menyebutkan Merpati yang masih memiliki aset berupa fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Surabaya, sekaligus kewajiban yang masih harus diselesaikan.

Selain empat perusahaan pelat merah itu, ada tiga nama perusahaan lainnya yang dimaksud yakni PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT Istaka Karya (Persero) dan PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero). Adapun waktu pembubaran BUMN itu selambat-lambatnya nya akan dilakukan pada semester kedua tahun 2021 ini.

Terbaru

Lolos Ke Semifinal, Indonesia Berhasil Bikin Malu Malaysia

Indoissue.com - Indonesia berhasil mengalahkan lawanya, yaitu Malaysia di babak perempat final Thomas Cup 2021 di Ceres Arena, Jumat...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com