Ernest: KPI Tidak Menunjukkan Rasa Peduli Terhadap Korban

0
63

Indoissue.com – Komika sekaligus sutradara, Ernest Prakasa mengajak masyarakat untuk terus mengawal kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

“Saya mau ajak teman-teman untuk kawal terus kasus ini, jangan sampai kita biarkan pelaku-pelaku memaksa korban untuk bertindak seolah-seolah derita yang dialami tidak pernah terjadi,” ajak Ernest melalui akun Instagram pribadinya @ernestprakasa, Sabtu (11/10/2021).

Ajakan Ernest tak serta merta, menurutnya ajakan itu dilakukannya setelah ramai pemberitaan soal korban, MS, yang diminta mencabut laporan terkait dugaan perundungan dan pelecehan seksual di KPI.

Adanya upaya damai dengan syarat yang terkesan merugikan korban itulah yang menjadikan Ernest tak mau jika nantinya terduga pelaku terus bertindak seolah MS tidak mengalami penderitaan.

Belum lagi terduga pelaku juga berencana melaporkan balik korban atas tindakan cyber bullying karena kasus ini viral dan jadi perbincangan nasional.

“Kita nggak bisa diam aja,” ajak Ernest.

Banyaknya upaya pembelaan yang dilakukan oleh terduga korban, termasuk saat melangsungkan pertemuan dengan MS di kantor KPI, Ernest mengaku ragu jika KPI berniat menyelesaikan kasus ini dengan semestinya.

Ernest pada awalnya berpikir tak adil jika dirinya menyudutkan lembaga KPI, padahal pelaku dugaan pelecehan dan perundungan hanya segelintir dari ratusan pegawai.

“Diawal gue mikir, kayanya nggak terlalu adil juga kalo kayak gitu,” ucap Ernest.

Apalagi di awal, KPI terlihat proaktif membantu korban. Ketua KPI Agung Suprio saat hadir di podcast Deddy Corbuzier bahkan mengaku akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

Namun faktanya, terduga pelaku justru meminta korban mencabut laporan dan meminta mengatakan pada publik bahwa kejadian tersebut tidak pernah ada.

Dari peristiwa-peristiwa itulah Ernest menilai, rentetan tindakan terduga pelaku adalah sebagian upaya KPI untuk meredam kasus ini dari publik.

“KPI sampai saat ini bukan terlihat seperti lembaga yang serius mengusut kasus, tapi sangat terlihat seperti lembaga yang berusaha meredam kasusnya,” ucap Ernest.

Ernest menilai, KPI tidak menujukkan rasa peduli mereka terhadap korban yang sedang mengalami trauma.

“Tanpa peduli nasib korbannya, tanpa peduli trauma korban,” tutup Ernest menyayangkan. (DP)

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini