Hakim Ziyech Sumbangkan Semua Gaji dan Bonus Sebagai Pemain Timnas Maroko Bagi Kaum Dhuafa

0
10
Hakim Ziyech
Hakim Ziyech saat membela tim nasional maroko

IndoIssue – Pamor pemain tim nasional Maroko, Hakim Ziyech kembali berkilau saat membawa negaranya mentas di Piala Dunia 2022 Qatar.

Tak hanya mahir dalam mengolah bola, Ziyech juga dapat menjadi teladan yang layak ditiru semua pemain sepakbola karena kedermawanannya.

Seperti diketahui Singa Atlas, julukan Maroko, dibawa terbang tinggi oleh Hakim Ziyech pada perhelatan sepak bola empat tahunan tersebut. Maroko menjadi tim mengejutkan yang mampu menjegal para rival favorit termasuk Belgia, Spanyol, dan Portugal. Meski akhirnya pasukan asuhan Walid Regragui finis di posisi keempat karena kalah atas Kroasia di perebutan tempat ketiga.

Diprediksi sudah habis masa keemasannya lantaran kerap menjadi cadangan Chelsea di level domestik, Ziyech justru tampil moncer bareng Singa Atlas. Sosok Hakim Ziyech menjadi sosok yang menakutkan semua lawannya di Piala Dunia Qatar.

Berpaling dari aksi Ziyech di atas lapangan, sama seperti pemain Maroko lainnya, pesepak bola berkaki kidal ini juga menjalani keyakinan sebagai seorang Muslim yang taat.

Dilansir Doha News, Kamis (22/12/2022), Ziyech tak menikmati sendiri bonus Piala Dunia 2022 dari Federasi Sepak Bola Maroko. Pemain berusia 29 tahun itu memiliki alasan tersendiri untuk tetap berbagi kebahagiaan kepada kaum dhuafa yang membutuhkan pertolongan untuk tetap melangsungkan hidup.

“Tentu saja saya akan menyumbangkan semua pendapatan di Piala Dunia untuk orang yang membutuhkannya,” kata Ziyech menjelaskan.

Pesepak bola yang dijuluki Wizard lantaran keterampilan playmaking-nya di atas lapangan menggelontorkan dana sekitar 277 ribu dollar AS atau sekitar 4,5 Miliar rupiah dari bonus Piala Dunia 2022 untuk semua orang yang berada di kampung halamannya.

Menurut Sportspayouts, secara menyeluruh uang hadiah yang didapat timnas Maroko senilai 22 juta dollar AS dari total hadiah uang 440 juta dollar AS dari FIFA pada Piala Dunia 2022.

“Saya tidak memilih bermain untuk Maroko demi uang, saya membuat pilihan itu dari hati saya,” sambung pemain yang lahir di Dronten, Belanda.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini