Hari PBB, AHY Berharap Indonesia Bagian dari Solusi Permasalahan Dunia

0
44
Hari Perserikatan PBB, AHY

Indoissue.com – Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melalui laman Instagramnya mengucapkan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang biasa disebut PBB.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) awalnya didirikan untuk merawat perdamaian dan mencegah negara-negara di dunia kembali dalam masa peperangan. Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadi salah satu bentuk konkret negara-bangsa membawa perdamaian ke seluruh penjuru dunia.

Menurut AHY, perkembangan dan adanya PBB di dunia ini menjadi titik temu antara bangsa-bangsa di seluruh dunia yang seiring juga memajukan kesejahteraan hingga isu-isu yang ada di dunia ini.

“Dengan seiring perkembangan konteks dan waktu, PBB hadir untuk menjadi arena titik temu antara kepentingan negara-negara di dunia dalam memajukan peradaban manusia. Dari isu politik internasional, keamanan, ekonomi, demokrasi, kesejahteraan, pembangunan berkelanjutan, termasuk isu-isu kesehatan, Perserikatan Bangsa-Bangsa hadir membawa secercah harapan”, ucap AHY melalui akun Instagramnya @agusyudhoyono

“Namun, peran negara-bangsa dalam PBB menjadi kunci sebagai agen perubahan. Tidak sedikit terjadi perbedaan kepentingan di antaranya. Untuk itu, kontribusi aktif negara-bangsa, termasuk Indonesia, diperlukan untuk bersama-sama menjadi bagian dari solusi atas sejumlah permasalahan dunia. Mari kita terus berkontribusi dan ambil bagian. Let’s heal the world and make it a better place. Selamat Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 24 Oktober 2021”. Tutur AHY

Perserikatan Bangsa-Bangsa disingkat sebagai PBB adalah organisasi internasional yang didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945 untuk mendorong kerjasama internasional.

Badan ini merupakan pengganti Liga Bangsa-Bangsa dan didirikan setelah Perang Dunia II untuk mencegah terjadinya konflik serupa, pada saat didirikan, Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki 51 negara anggota; saat ini terdapat 193 anggota.

Selain negara anggota, beberapa organisasi internasional, dan organisasi antar-negara mendapat tempat sebagai pengamat permanen yang mempunyai kantor di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan ada juga yang hanya berstatus sebagai pengamat. (TNG)

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini