Sabtu, Oktober 16, 2021

Hasil Survei Fixpol: Mayoritas Masyarakat Tak Puas dengan Cara Pemerintah Tangani Covid

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue – Lembaga Survei Fixpol merilis hasil riset terkait penanganan Covid-19 di Indonesia. Hasilnya, mayoritas masyarakat menilai tidak puas dengan cara pemerintah menangani Covid-19, Senin (23/8).

37,8% Responden menjawab tidak puas dan sangat tidak puas. Sementara 33,4% menjawab puas dan sangat puas. Sedangkan 3,2% menjawab tidak tahu.

Kemudian, 37,7% masyarakat menilai penanganan Covid-19 di Indonesia buruk. Hanya 35,1% yang menjawab sudah baik. Sementara 3,2% menjawab tidak tahu.

Dalam survei ini, penarikan sampel menggunakan multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.240 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, sehingga ukuran sampel 1.240. Responden memiliki toleransi kesalahan (Margin of Error – MoE) sekitar < 2,89% pada tingkat kepercayaan 95,0 persen, sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih dan Quality Control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot-check) dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
Sebelumnya Menhan Prabowo Subianto menyebut, bahwa pemerintah telah habis-habisan menangani Covid-19. Presiden Jokowi juga memerintahkan seluruh Kementerian bekerja all out menghadapi pandemi.

“Pemerintah kita di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sedang bekerja dengan all out, dengan habis habisan, beliau kasih perintah kepada semua Kementerian untuk bekerja all out untuk hadapi ancaman ini,” kata Prabowo dalam acara 50 tahun CSIS secara virtual, Senin (16/8).

Prabowo sebagai Menteri Pertahanan mengaku menawarkan Jokowi agar anggaran pertahanan dialihkan untuk penanganan corona. Tetapi, Jokowi mengaku pemerintah masih sanggup menangani pandemi.

“Saya pun sebagai menteri pertahanan saya telah menghadap Presiden Republik Indonesia dan saya menawarkan Bapak Presiden kalau perlu anggaran pertahanan kita alihkan untuk mendukung pemberantasan Covid 19 ini,” ucapnya.

“Beliau menerima tawaran saya tapi beliau mengatakan tunggu dulu kita masih mampu, tapi demikian lah yang paling utama adalah kepentingan rakyat, keselamatan rakyat, kesejahteraan rakyat,” ungkap Prabowo.
Prabowo menyebut, pandemi yang sangat berbahaya di seluruh dunia merupakan suatu tantangan dan cobaan yang sangat besar. Tidak hanya bagi Indonesia saja, namun pemerintahan di seluruh dunia. [TNG]

Terbaru

Lolos Ke Semifinal, Indonesia Berhasil Bikin Malu Malaysia

Indoissue.com - Indonesia berhasil mengalahkan lawanya, yaitu Malaysia di babak perempat final Thomas Cup 2021 di Ceres Arena, Jumat...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com