Sabtu, Oktober 16, 2021

Indosat dan 3 Merger, Publik Kembali Ingat Janji Jokowi Mau Buyback Saham

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Masyarakat kembali diingatkan dengan janji kampanye Jokowi saat Pilpres 2014 lalu, yang akan membeli kembali (buyback) saham Indosat, seiring dengan rencana merger

Janji paslon Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014 untuk membeli kembali saham Indosat mengemuka saat kontestasi Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 lalu.

Dalam sebuah sesi debat capres-cawapres tahun 2014, Prabowo Subianto memberikan pertanyaan soal pernjualan Indosat yang pernah dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

“Masalahnya, waktu pemerintahan dipimpin Megawati menjual perusahaan sangat strategis, Indosat, yang saat itu punya dua posisi geostasioner di atas wilayah udara. Apabila jadi presiden, apa langkah Bapak? Apa akan beli kembali?” tanya Prabowo kepada Jokowi saat itu.

Menjawab pertanyaan itu, Jokowi menjelaskan kondisi ekonomi setelah tahun 1998, di mana kondisi ekonomi masih belum baik. Jokowi meminta agar prabowo tidak melihat kondisi ekonomi Indonesia saat itu sudah cukup baik, terkait penjualan saham Indosat.

“Tapi bicaralah saat krisis keuangan, APBN kita berat. Waktu Indosat kita jual, harusnya dilihat ada klausul apa di situ,” ujarnya.

Mengurai masalah, Jokowi mengatakan bahwa salah satu klausul yang disepakati pemerintah saat melepas saham Indosat ketika itu adalah adanya opsi Indosat kembali dibeli.

“Ke depan harus kita buyback (Indosat), ambil kembali saham jadi milik kita sendiri. Oleh karena itu, ke depan pertumbuhan ekonomi kita harus di atas 7 persen,” ungkap Jokowi yang kala itu sontak mendapat sorak sorai yang hadir.

Namun janji tinggal janji. Hingga pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk membeli kembali saham Indosat tak juga terealisasi.

Kini, masyarakat kembali teringat mengenai janji tersebut, sejalan dengan pembahasan Indosat dan 3 yang memutuskan untuk merger, pada Kamis (16/9/2021).

Perusahaan gabungan itu diberi nama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison). Pasca-merger, struktur pemegang saham pun otomatis berubah.

Mega Jual Indosat

Pemilik Indosat adalah Ooredo Group asal Qatar. Sementara operator 3 dimiliki oleh PT Hutchison 3 Indonesia (H3I), konglomerasi investasi asal Hong Kong. Mengenai saham Indosat, publik banyak yang kembali mengingat wacana membeli kembali saham (buyback) Indosat yang pernah menjadi Perusahaan BUMN.

Mengenai saham Indosat, publik banyak yang kembali mengingat wacana membeli kembali saham (buyback) Indosat yang pernah menjadi Perusahaan BUMN.

Adalah di era Presiden Megawati pada tahun 2002 silam yang membuat saham mayoritas Indosat dijual ke SST Telecom Ltd asal Singapura.

Pemerintah Indonesia lewat Kementerian BUMN diketahui hanya menyisakan kepemilikan saham Indosat sebesar 14,29 persen. Belakangan di tahun 2008, SST Telecom menjual kepemilikan sahamnya pada Ooredo Group asal Doha Qatar.

Wacana buybuck saham Indosat oleh pemerintah Indonesia dan menjadikannya sebagai perusahaan milik negara kembali pun seolah timbul tenggelam.

Terbaru

Kereta Cepat JKT-BDG Pakai APBN, Said Didu: Lima Kali Lebih Bahaya dari Korupsi

Indoissue.com - Proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung tengah menjadi sorotan belakangan ini. Pasalnya pembangunannya bakal memakai Anggaran...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com