Ingin Berbisnis Minyak Sawit Di RI, Tiga WN Pakistan Nekat Palsukan Visa

0
6
Pakistan

Indoissue.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap tiga warga negara (WN) Pakistan yang hendak masuk Indonesia menggunakan visa palsu. Mereka menyebut ingin bertemu dengan rekan bisnis minyak sawit di Indonesia.

Kepala Imigrasi Soetta Tito Andrianto mengatakan ketiganya diamankan karena menggunakan visa palsu. WN Pakistan ini berinisial AMK (45), OB (44), dan SZ (30) berjenis kelamin laki-laki.

“Saat ketiganya tiba dan dilakukan pemeriksaan keimigrasian, ditemukan visa C314 (Investor) yang digunakan OB dan SZ tidak tercatat dalam sistem penerbitan visa Direktorat Jenderal Imigrasi. Sementara visa C314 milik AMK tercatat, tetapi milik orang asing atas nama ANU dengan sponsor SIJ,” katanya kepada wartawan, Kamis (18/8/2022).

Menurutnya, curiga dengan hal tersebut, ketiganya kemudian diserahkan kepada Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ia mengatakan hasil penyelidikan sementara diketahui bahwa ketiga pelaku tersebut saling mengenal.

Tito menambahkan, OB adalah pemilik sekaligus Direktur pada PT AGSB yang berlokasi di Malaysia sementara SZ bekerja sebagai General Manager (GM) di perusahaan tersebut. AMK diketahui merupakan CEO dari PT MOI yang juga berada di Malaysia.

“Kedua perusahaan ini memiliki kerjasama dalam ekspor minyak sawit dari Malaysia ke Afghanistan. Berdasarkan pengakuan ketiganya, mereka akan melakukan kunjungan bisnis ke tiga perusahaan sawit di Indonesia dengan inisial GA, GPO, dan APO yang ketiganya berlokasi di Jakarta,” ungkapnya.

Dari pengakuan ketiganya memang tidak pernah mengajukan permohonan visa Republik Indonesia melalui aplikasi visa online Ditjen Imigrasi. Kata Tito ketiganya mengajukan visa menggunakan agen pengurus visa berinisial RM (WN Pakistan) & RH (WN Pakistan).

“OB merogoh kocek hingga 15 ribu ringgit kepada RM untuk 2 visa Limited Stay Permit atas nama dirinya sendiri dan SZ. Sedangkan AMK mengaku telah membayar biaya pengurusan visa sejumlah 12 ribu ringgit kepada RH,” tuturnya.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini