Sabtu, Oktober 16, 2021

Jadi Simbol Kritik, Mural Selalu Viral Setiap Kali Muncul

Must Read

Indoissue.com – Mural viral menjadi satu-satunya sumber paling masif dan impresif dalam dalam upaya kritik.

Kemarin, di pinggir jalan di Taman Bintaro Barat, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan muncul lagi mural.

Mural tersebut bertuliskan “Koruptor Dirangkul Rakyat Kecil Dipukul”.

Pada mural tersebut kata “Koruptor dan Dipukul” diberi cat warna merah.

Sedangkan pada tulisan “Dirangkul dan Rakyat kecil” diberi tulisan berwarna putih.

Selain itu mural tersebut juga diberi cap tanda tangan menggunakan cat berwarna putih.

Kira-kira apa ya maksud dari kalimat mural ini?

Mau tau Mural yang viral berikut ringkasan berita indoissue.com terkait mural.

Berikut Kumpulanya

Heboh Mural Kepala Bertanduk Mirip Presiden Jokowi

Mural mirip Presiden Jokowi terlihat di Jalan Yang Zubaidah dekat Apotek Bangka di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (16/9/2021).

Mural mirip Presiden Jokowi
Mural mirip Presiden Jokowi

Pada Gambar tersebut, wajahnya mirip Presiden Jokowi, matanya ditutupi masker, kemudian hidungnya berwarna merah, dan kepalanya di berikan bertanduk.

Haris Rusli Moty: Pamor Jokowi dan Luhut Anjlok oleh Seniman Mural

Aktivis Petisi ’28, Haris Rusli Moty, bahkan menyebut aksi para seniman mural itu berhasil mengalahkan arogansi dan kebodohan pendengung atau BuzzeRP istana.

Mural

“Kredibilitas pemerintahan Joko Widodo dan Lord Luhut Binsar Pandjaitan telah direduksi oleh seniman mural dan pegiat grafiti,” katanya.

Menurutnya, isi lukisan di dinding tersebut mengandung pesan moral yang sangat cerdas. Ini berbeda dengan konten bodoh yang dilakukan buzzer berbayar.

Haris Rusli Moty menjelaskan, pesan mural tersebut terinspirasi dari tembok ratapan di Yerusalem. Bahkan pengaruh tembok ratapan menyebar ke dunia maya.

Lagi! Muncul Mural Sindir Wacana Presiden Tiga Periode

Seperti halnya ungkapan ungkap Wiji Tukul pejuang demokrasi dimasa pemerintahan orde Baru, “Jika kiritik dibungkam hanya ada satu kata “Lawan!,”.

Mural Kritik Presiden 3 Periode
Mural yang mengkritik Presiden 3 Periode,

Kritik terhadap wacana Presiden 3 periode pun muncul di Jalan Kebagusan Raya, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa (31/8/2021).

Mirip sosok Jokowi dalam gambar tersebut, kembali muncul berbaju hitam bertuliskan “IIT” digambarkan sedang mengacungkan jempol sambil tersenyum.

Di sisi dekat kepala Jokowi juga ada tulisan seolah-olah sedang mengatakan, “Okelah 3 Periode HEHEHE…”

Dalam mural tersebut, digambarkan sebuah tulisan bertagar #IndonesiaWajibOK.

“Nggak oke…? BORGOL”,” tulis si penggambar mural.

Mural Kembali Menghiasi Bogor, Kini Berisi Kritikan Terkait Pandemi.

Mural tersebut tersebar di media sosial hingga viral. Dalam foto yang beredar, terdapat gambar sosok mirip wanita yang tengah duduk dengan kepala tertunduk.

Mural Bogor

Selain itu mural itu terdapat tulisan ‘#TolongKamiPemerintahTuhan’. Di bagian kata ‘pemerintah’ itu diberi tanda coret sehingga dibaca #TolongKamiTuhan.

Hingga kini, belum diketahui pembuat mural tersebut.

Sejumlah mural dihapus di masa pandemi. Salah satunya adalah mural bertuliskan ‘Tuhan Aku Lapar’ di Depok.

6 Kegagalan Jokowi Dalam Mural Kritis Yang Menghiasi Ibu Kota

Belum reda soal mural berisi kritikan kepada Presiden Joko Widodo, kini publik kembali disuguhi karya seni serupa yang muncul di DKI Jakarta.

Mural 6 Kegagalan Jokowi

Seperti di kawasan Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakata Pusat, Jumat (27/8), ditemukan karya seniman berisi kritikan atas kepemimpinan Presiden Joko Widodo terkait penanganan pandemi Covid-19.

“6 Kegagalan Jokowi,” demikian isi judul tulisan dalam papan berwarna dasar putih dan disertai goresan tinta beraneka warna.

Di bawahnya, terdapat enam daftar kegagalan kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
  • pertama, Presiden Joko Widodo disebut gagal mengatasi pandemi.
  • Kedua, Jokowi gagal memberi makan rakyat saat pandemi.
  • Ketiga, gagal membangun ekonomi rakyat.
  • Empat, gagal memberantasa korupsi.
  • Lima, gagal menjaga demokrasi.
  • Enam, gagal memberangkatkan haji

Demikian salah satu isi kritikan tersebut, tulisan tersebut tak bertahan lama.

Kelompok seniman kritis yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, karya tersebut dibuat pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.30 WIB dan selesai pukul 05.17 WIB.

“Namun karya kami ini dihapus sekitar 06.30 WIB oleh petugas setempat,” jelas salah seorang dari kelompok seniman kritis.

Mural Mirip Jokowi Tidak Bisa Disebut Pelecehan Simbol Negara Atau Perusakan Fasilitas Umum

Irham Nur Anshari dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fisipol UGM mengatakan, sangat perlu dipahami apa sebenarnya yang jadi masalah utama.

Mural mirip Jokowi
Mural yang diduga mirip Presiden Jokowi

Sebab, dalam kondisi itu sering dikaitkan kepada pelecehan simbol negara dan perusakan fasilitas umum.

“Perusakan fasilitas umum ini sedikit lucu karena yang dihapus hanya mural yang dianggap gambar Presiden Jokowi, mural lain di sampingnya tidak dibersihkan. Lalu, desainer kaus menggunakan imaji mural juga didatangi aparat untuk minta maaf,” kata Irham, Jumat (27/8/2021).

Artinya, lanjut Irham, poin utama persoalan ini adanya anggapan mural, gambar, atau desain dianggap melecehkan simbol negara. Namun, apakah gambar tersebut gambar Presiden Jokowi atau hanya mirip atau tafsir yang berkembang yang justru perlu dipersoalkan.

Ahli-ahli gambar telah coba menafsirkan mural tidak sampai 50 persen memiliki kemiripan Presiden Jokowi. Meski secara sederhana bisa ditafsir dari gaya rambut dan dagu, tidak cukup jadi alasan menentukan mural sebagai pelecehan presiden.

“Tidak bisa dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap presiden karena itu bukan foto asli, tapi hanya gambar,” ujar Pembina UKM Seni Rupa UGM itu.

Kasus ini menunjukkan poin penting seni. Seniman dapat menyampaikan kritik secara kreatif dan tersampaikan tanpa diadili secara mutlak.

Sebab, yang ada hanya berupa gambar bukan foto atau video, bahkan tidak ada nama menyebut gambar itu presiden.

Dari kasus ini dapat dilihat mural sebagai media menyampaikan aspirasi atau kritik menghadapi tantangan.

Pada era demokrasi kini, justru patut dipertanyakan masih ada pihak-pihak merasa gerah kepada kritik sosial yang disampaikan melalui mural.

“Sebab, tanpa ada konflik jangan-jangan ada sebuah kondisi mapan yang sebenarnya ada hirarki dominan. Bentuk aspirasi apapun hendaknya didengar dan dicari tahu,” kata Irham.

Ia menilai, penggunaan mural sebagai media penyampaian aspirasi bisa karena tidak berjalan baiknya sistem penyampai aspirasi formal di pemerintah.

Sistem tidak lagi mampu menampung membuat sebagian masyarakat mencari media lain untuk menyuarakan.

“Dengan cara mengekspos ke publik baik lewat media daring maupun luring, termasuk mural. Kalau via online tidak cukup, maka offline juga dilakukan seperti dengan poster dan mural, ini bentuk demokrasi,” ujar Irham.

“Yang menarik, sebelum dihapus sudah ada beberapa orang mengambil foto dan justru foto asli ini sangat viral. Foto ini menarik banyak orang yang belum sempat lihat jadi melihat karena berita viral mural dihapus. Kritik jadi berlipat ganda, mati satu tumbuh seribu,” pungkas Irham.

Heboh Mural Mirip Jokowi di Flyover Pasupati Bandung, Polisi: Kita Cari Pelakunya

Mural berwarna hitam putih yang mirip dengan wajah Jokowi menghiasi flyover Pasupati, Bandung. Sejumlah warga mengatakan mural itu sudah ada sejak satu bulan yang lalu.

Mural Bandung

Pihak Kepolisian akan mencari pembuat mural wajah mirip Presiden Jokowi yang digambar di flyover Pasupati, Kota Bandung.

“Akan kita cari (pembuatnya)” ucap Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Rudi Trihandoyo, Kamis (26/8/2021).

Ia menambahkan pihaknya akan menyelidiki kasus tersebut dengan melibatkan petugas dari polsek. Sejumlah barang bukti telah diamankan. Hanya saja, Rudi tak merincinya.

“Belum didapat pelakunya yang gambar Pak Jokowi. Kita cari, kita lagi penyelidikan sama Polsek Bandung Wetan, kita lakukan penyelidikan. Barang buktinya semua di Polsek Bandung Wetan,” tambahnya.

Mural viral itu menampilkan gambar wajah pria mirip dengan Jokowi dengan bagian mata tertutup masker. Ada tulisan ‘Niskala’ dalam mural itu. (PR)

Terbaru

Lolos Ke Semifinal, Indonesia Berhasil Bikin Malu Malaysia

Indoissue.com - Indonesia berhasil mengalahkan lawanya, yaitu Malaysia di babak perempat final Thomas Cup 2021 di Ceres Arena, Jumat...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com