Sabtu, Oktober 16, 2021

Jatuh Bangun dan Pasang Surut Perjalanan Dua Dekade Partai Demokrat

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Pandemi Covid-19 memberikan rasa haru tersendiri bagi Partai Demokrat. Bagaimana tidak, berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya yang penuh gegap gempita, sorak-sorai para kader dan simpatisan yang hadir secara langsung, saat ini, Partai Demokrat harus merayakan syukuran hari ulang tahunnya yang ke-20 secara online/hybrid. Hal ini karena realitas pandemi Covid-19 yang membatasi pertemuan orang dengan jumlah yang banyak.

Meskipun demikian, para pimpinan, kader, dan simpatisan Partai Demokrat tetap merayakannya dengan penuh rasa khidmat, bahagia, semarak dan penuh suka cita. Acara tersebut dilaksanakan di Jakarta Convention Center, Kamis, 9 September 2021 yang dihadiri lebih dari 20 ribu kader dan pengurus Partai Demokrat dari berbagai penjuru nusantara secara online.

Untuk ukuran sebuah partai politik, di usianya yang ke-20 Partai Demokrat merupakan partai yang memiliki segudang pengalaman dan pencapaian yang luar biasa. Utamanya dalam berkontribusi positif bagi bangsa dan negara yang kita cintai ini, selama 10 tahun dalam pemerintahan.

Jika kita menengok sejarah ke belakang, untuk melihat lintasan sejarah Partai Demokrat yang mengesankan; penuh dengan pencapaian dan tinta emas yang luar biasa juga penuh lika-liku dan jatuh bangun.

Pada saat itu, di usianya yang baru menginjak tiga tahun, Partai Demokrat dapat dikatakan sukses. Pada Pemilihan Umum yang pertama, PD masuk ke dalam golongan lima besar dengan total 8.455.225 suara (7,45%). Demokrat ini juga berhasil mengangkat SBY ke kursi Presiden Republik Indonesia.

Selang lima tahun, di usianya yang ke 8 tahun, Pemilu 2009 menjadi tahun emas bagi Partai Demokrat. Tak hanya berhasil mempertahankan SBY di kursi RI-1, Partai Demokrat juga menjuarai pemilu dengan 21.703.137 suara (20,85%).

Tentu, 20 tahun tidak hanya diwarnai kisah sukses dan suka cita. Banyak sekali tantangan, ujian, cobaan, dan terpaan yang menghadang. Ibarat roda yang berputar. Kadang diatas, kadang dibawah. Seperti itulah kira-kira pepatah yang sering kita dengar dalam perjalanan hidup kita sehari-hari. Begitupun dengan Partai Demokrat, tentunya ada pasang-surut dan jatuh bangun dalam perjalananannya. Di akhir periode Pemerintahan Presiden SBY, Partai Demokrat didera cobaan yang amat berat.

Masa kejayaan Partai Demokrat tidak berlanjut di Pemilu 2014. Selain masa jabatan Presiden SBY telah habis karena sudah dua periode, peringkat Partai Demokrat juga menurun ke peringkat ke-4 dengan 12.728.918 suara (10,19%). Penurunan ini diasumsikan akibat beberapa kader dari Partai Demokrat yang terlibat masalah hukum yang menurunkan citra partai tersebut di mata publik. Selain itu, Partai Demokrat pada 2014 tidak memiliki calon Presiden, sehingga tidak masuk ke dalam pemerintahan.

Pada Pileg 2019 yang diselenggarakan secara serentak, perolehan kursi Partai Demokrat kembali turun, yaitu mendapatkan 54 dari total 575 kursi di Senayan. Ini juga merupakan suatu pencapaian yang tidak buruk. Di satu sisi Partai Demokrat tidak mempunyai calon Presiden sehingga tidak memiliki coattail effect, ditambah Pileg ini berbarengan dengan Pilpres.

Kini, Partai Demokrat dibawah Kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memperlihatkan tanda-tanda kebangkitannya. Pasca terpilih menjadi Ketua Umum periode 2020-2025, AHY terus berbenah, membuktikan kinerjanya kepada publik, khususnya segenap pengurus, kader, dan simpatisan Partai Demokrat. Sikap-sikap tegas Partai Demokrat dalam menolak kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat terus disampaikan dengan tegas. Kerja-kerja sosial kemanusiaan dalam membantu Pemerintah menangani Pandemi Covid-19 pun terus gencar dilakukan melalui gerakan-gerakan nasionalnya.

Ditengah kesibukan konsolidasi, pemanasan mesin partai dan aksi-aksi sosial tersebut, Partai Demokrat dan Ketua Umum AHY diberikan cobaan dan tantangan yang begitu berat.

Ia dihadapkan pada upaya pengambilalihan kepemimpinan partai secara paksa oleh kelompok KSP Moeldoko dan gerombolannya, yang melakukan KLB. Kepemimpinan AHY pun diuji. Namun, AHY piawai dalam mengambil peran untuk memimpin perlawanan terhadap kelompok Moeldoko. Pemerintah pun tidak mengakui Demokrat pimpinan Moeldoko dan Demokrat yang sah tetap dipimpin oleh AHY. AHY dinilai berhasil dalam melakukan perlawanan dan menunjukkan bagaimana demokrasi seharusnya dijalankan dengan baik dan beretika.

Alhasil semua itu diapresiasi oleh publik, hal ini terlihat dari hasil survei publik di berbagai lembaga survei yang memotret tren peningkatan elektabilitas Partai Demokrat secara konsisten dan signifikan. Partai Demokrat kerap ditempatkan di 5 besar, 3 besar, bahkan 2 besar. Ketua Umum AHY selalu masuk dalam 6 besar bursa Capres maupun Cawapres di berbagai lembaga survei. Semua capaian itu terwujud dan tak terlepas atas dukungan rakyat, pers dan kerja keras serta perjuangan seluruh kader Partai Demokrat.

Kembali pada perayaan 2 dekade Partai Demokrat. Kini Partai Demokrat bertransformasi dan menunjukan bahwa regenerasi adalah sebuah keniscayaan. Pada momentum peringatan 20 tahun Partai Demokrat ini, diharapkan PD semakin mengukuhkan kebersamaan dan persatuan. Tahun lalu, Demokrat menggelorakan semangat “Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit”. Tentu ini tidak hanya berlaku dalam konteks bangsa saat menghadapi krisis pandemi, tapi juga harus menjadi spirit perjuangan kita sebagai kader dalam membesarkan dan memajukan partai. Di tengah-tengah kondisi yang tidak menguntungkan, terkait ancaman eksternal terhadap kedaulatan Partai, Demokrat justru mampu mengubahnya menjadi kesempatan emas untuk memperkuat konsolidasi secara internal.

20 tahun merupakan milestone penting bagi Demokrat, untuk membuktikan diri; bahwa Partai Demokrat punya karakter dan kepribadian, punya gagasan, kepedulian, dan energi, juga punya visi dan tujuan perjuangan. Partai Demokrat didirikan, dan masih ada sampai dengan hari ini, karena dukungan dari rakyat dan Demokrat diharapkan terus memperjuangkan harapan rakyat.

Pada Perayaan Hari Ulang Tahun ke-20 Partai Demokrat, berbagai elemen dari partai politik, pemerintah pusat, hingga daerah mengucapkan ulang tahun. Termasuk Presiden Joko Widodo. Presiden mengatakan Partai Demokrat telah menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi di Indonesia. Menjadi bagian dalam menjaga perdamaian, menjaga persatuan, dan menjaga kesatuan, serta menjadi bagian dalam memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan pembangunan yang berkelanjutan. Demokrat menurut Jokowi telah meringankan beban rakyat akibat pandemi dan ikut menjaga momentum pembangunan. Bahkan memanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan lompatan kemajuan Indonesia.

Semua pasang-surut itu, memberikan pelajaran bagi Partai Demokrat. Momentum dua dekade Demokrat merupakan momentum yang bersejarah bagi Partai Demokrat yang telah menginjak usia 2 dekade. Momentum ini pula merupakan momentum yang baik untuk Partai Demokrat merefleksikan diri, berbenah, bangkit, dan terus berjuang, menyongsong masa depan yang lebih baik. Kita melihat bahwa kepemimpinan Partai Demokrat di bawah Ketua Umum AHY menjanjikan perubahan bagi Indonesia yang lebih baik.

Semoga ikhtiar dan perjuangan Partai Demokrat di usianya sekarang akan berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Semoga Partai Demokrat terus konsisten berkoalisi dengan rakyat.

Semoga Partai Demokrat juga dapat terus memperjuangkan harapan rakyat. (*)

 

Terbaru

Kereta Cepat JKT-BDG Pakai APBN, Said Didu: Lima Kali Lebih Bahaya dari Korupsi

Indoissue.com - Proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung tengah menjadi sorotan belakangan ini. Pasalnya pembangunannya bakal memakai Anggaran...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com