Selasa, Desember 7, 2021

Jubir Gus Dur: Penjajah Bagi Obat Kala Wabah, Sekarang PCR Dijual Mahal ke Rakyat

Must Read

Indoissue.com – Meski Indonesia telah terbebas dari penjajahan bangsa asing, namun cerita tentang zaman penjajahan masih menjadi pelajaran yang perlu diambil hikmahnya.

Pada era penjajahan belanda menyisakan cerita menarik tentang kepedulian penguasa pada rakyat.

Kepedulian terhadap penyakit massal yang melanda negeri, seperti halnya pandemidan wabah.

Hal demikian diungkap mantan jurubicara Presiden Gus Dur, Adhie M. Massardi lewat akun twitter pribadinya tentang PCR dijual mahal.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) membandingkan saat Nusantara mengalami wabah penyakit di era Belanda dan era rezim Presiden Jokowi.

Cuitan Adhi diberi judul “PCR vs BELANDA P**IMAK”, dilansir pada akun twtternya @AdhiMassardi pada, Minggu (21/11/2021).

Adhi menceritakan pada tahun 1880-an belanda dilanda wabah beri-beri.

“Pada 1880-an Hindia Belanda dilanda wabah BeriBeri,” ungkapnya.

Namun, pemerintah belanda meminta balik Dr Eijkman ke Batavia untuk membagikan Vitamin B obat BeriBeri secara cuma-cuma.

“Dr Eijkman yg sdg sakit diminta balik ke Batavia. Temuan Vitamin B obat BeriBeri dibagi ke pribumi cuma2,” paparnya.

Terbaru

Legislator Demokrat Kabupaten Pati Buka Kompetisi Sepakbola KU 21

IndoIssue - Legislator Partai Demokrat dari Kabupaten Pati, Joni Kurnianto melakukan tendangan pertama komeptisi sepakbola KU 21 di lingkungan...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com