Sabtu, Oktober 16, 2021

Kabag Kesra Rohul Pejabat Terkaya Saat ini, Hartanya Capai Rp1,8 Triliun

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Kepala Bagian Kesejahteraan (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Umzakirman, merupakan salah satu pejabat publik terkaya saat ini. Total harta kekayaan Umzakirman mencapai Rp1,8 triliun.

Umzakirman terakhir melaporkan asetnya pada 1 Februari 2021, berdasarkan data yang dipublikasikan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (9/9/2021) siang.

Dalam laporan tersebut, Umzakirman memiliki ada lima kavling dan bangunan di Rokan Hulu. Nilainya mencapai Rp1.801.140.000.000.

Rinciannya sebagai berikut:

1. Tanah dan bangunan seluas 698 m²/1.200 m², hasil sendiri, Rp600 juta.
2. Tanah dan bangunan seluas 299 m²/160 m², hasil sendiri, Rp400 juta.
3. Tanah dan bangunan seluas 4.864 m²/4.864 m², hasil sendiri, Rp1,8 triliun.
4. Tanah dan bangunan seluas 420 m²/420 m², Rp70 juta.
5. Tanah dan bangunan seluas 420 m²/420 m², Rp70 juta.

Umzakirman juga melaporkan bahwa ia memiliki tiga sepeda motor dan sebuah mobil senilai total Rp 324 juta.

Selain itu, mantan Kepala Bidang di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Rokan Hulu itu mempunyai surat berharga yang memiliki nilai Rp63.007.675.

“Total harta kekayaan Rp1.801.527.007.675,” demikian dilansir dari situs e-LHKPN KPK.

Dalam laporan sebelumnya tertanggal 23 Maret 2020, Umzakirman memiliki aset sebesar Rp1.801.292.007.675.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan menyatakan sebanyak 70,3 persen harta kekayaan para pejabat negara naik selama setahun terakhir atau di masa pandemi Covid-19.

Laporan kenaikan itu tercatat setelah pihaknya melakukan analisis terhadap LHKPN pada periode 2019-2020.

“Kita amati juga selama pandemi, setahun terakhir ini, secara umum penyelenggara negara 70,3 persen hartanya bertambah,” kata Pahala dalam webinar soal LHKPN di YouTube KPK, Selasa (7/9).

Namun, kata Pahal, sebanyak 95 persen LHKPN tak akurat. Ia berujar jumlah itu diperoleh lewat pemeriksaan terhadap 1.665 LHKPN selama periode 2018-2020. Pahala tidak merinci posisi atau institusi para pejabat tersebut.

“Ternyata, 95 persen LHKPN yang kita lakukan pemeriksaan detail terhadap kebenaran isinya, itu 95 persen memang tidak akurat,” ujarnya. (TNG)

Terbaru

Lolos Ke Semifinal, Indonesia Berhasil Bikin Malu Malaysia

Indoissue.com - Indonesia berhasil mengalahkan lawanya, yaitu Malaysia di babak perempat final Thomas Cup 2021 di Ceres Arena, Jumat...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com