Kadinsos Dicopot Bupati Gorontalo Usai Risma Marah-marah

0
42
kadinsos dicopot

Indoissue.com – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Gorontalo Husai Ui, akhirnya dicopot Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo. Kadinsos Husai Ui dicopot, salah satu alasannya karena ia dianggap tidak mampu menjawab dengan benar saat ditanya Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, berkaitan dengan pertanyaan tentang data Program Keluarga Harapan (PKH).

“Apa yang ditanyakan ibu Risma dijawab dengan tidak sesuai dengan data yang sebenarnya. Sehingga ini menjadi problem dan kami di Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo selalu melakukan verifikasi. Nah, apakah pencopotan kepala dinas sosial terkait dengan itu, salah satunya itu,” kata Nelson, Senin (4/10/2021).

Menurut Bupati Nelson, selain kasus salah data, ada lima kesalahan yang dilakukan Husai selaku Kadinsos.

“Pertama, dari awal data saya selalu minta, itu sejak kasus Covid bahkan saya bentuk tim khusus data. Yang kedua, koordinasi dan komunikasi, itu penting karena PKH itu pendamping sebagai ujung tombak Dinas Sosial,” beber Nelson.

Kesalahan berikutnya, terkait gaji tenaga abdi di salah satu panti jompo belum dibayar selama enam bulan.

Keempat, masalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang terus dipersoalkan sejumlah pihak dan tidak pernah selesai.

“Seperti pembelian beras harus dari kabupaten Gorontalo, sampai hari ini belum terlaksana dengan baik. Terakhir, tiga hari lalu kita terkena banjir, ketika saya ingin berkomunikasi dengan beliau susah untuk dihubungi,” Nelson menyayangkan.

Namun, Husai membantah pemecatan dirinya terkait dengan kejadian Risma marah-marah soal data.

Dirinya pun baru mengetahui pemberhentian itu pada Sabtu (2/10/2021) malam.

“Pemecatan itu tidak ada kaitannya dengan Mensos,” elak Husain.

Sebuah video viral beredar yang mencuplik aksi Risma marah-marah ketika rapat bersama pejabat Provinsi Gorontalo, terkait distribusi bantuan sosial (bansos).

Risma tampak mengacungkan pena ke arah seorang pendamping bansos PKH di Gorontalo.

Dia tak terima pihaknya disebut mencoret data penerima bansos sehingga bantuan tak tepat sasaran.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini