Sabtu, Oktober 16, 2021

Kadinsos Dicopot Bupati Gorontalo Usai Risma Marah-marah

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Gorontalo Husai Ui, akhirnya dicopot Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo. Kadinsos Husai Ui dicopot, salah satu alasannya karena ia dianggap tidak mampu menjawab dengan benar saat ditanya Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, berkaitan dengan pertanyaan tentang data Program Keluarga Harapan (PKH).

“Apa yang ditanyakan ibu Risma dijawab dengan tidak sesuai dengan data yang sebenarnya. Sehingga ini menjadi problem dan kami di Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo selalu melakukan verifikasi. Nah, apakah pencopotan kepala dinas sosial terkait dengan itu, salah satunya itu,” kata Nelson, Senin (4/10/2021).

Menurut Bupati Nelson, selain kasus salah data, ada lima kesalahan yang dilakukan Husai selaku Kadinsos.

“Pertama, dari awal data saya selalu minta, itu sejak kasus Covid bahkan saya bentuk tim khusus data. Yang kedua, koordinasi dan komunikasi, itu penting karena PKH itu pendamping sebagai ujung tombak Dinas Sosial,” beber Nelson.

Kesalahan berikutnya, terkait gaji tenaga abdi di salah satu panti jompo belum dibayar selama enam bulan.

Keempat, masalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang terus dipersoalkan sejumlah pihak dan tidak pernah selesai.

“Seperti pembelian beras harus dari kabupaten Gorontalo, sampai hari ini belum terlaksana dengan baik. Terakhir, tiga hari lalu kita terkena banjir, ketika saya ingin berkomunikasi dengan beliau susah untuk dihubungi,” Nelson menyayangkan.

Namun, Husai membantah pemecatan dirinya terkait dengan kejadian Risma marah-marah soal data.

Dirinya pun baru mengetahui pemberhentian itu pada Sabtu (2/10/2021) malam.

“Pemecatan itu tidak ada kaitannya dengan Mensos,” elak Husain.

Sebuah video viral beredar yang mencuplik aksi Risma marah-marah ketika rapat bersama pejabat Provinsi Gorontalo, terkait distribusi bantuan sosial (bansos).

Risma tampak mengacungkan pena ke arah seorang pendamping bansos PKH di Gorontalo.

Dia tak terima pihaknya disebut mencoret data penerima bansos sehingga bantuan tak tepat sasaran.

“Jadi bukan kita coret ya! Tak tembak kamu ya, tak tembak kamu!” ujar Risma dalam video yang diunggah akun Twitter @numadayana, pada Kamis (30/9).

Risma dalam video tersebut juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah mencoret data penerima bansos dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pihaknya justru memperbarui dan menambah data tersebut secara berkala.

“Data-data itu yang sering kamu fitnah! Itu saya yang kena. DTKS dicoret, saya tidak pernah nyoret, semua daerah kita tambah, ngapain aku nyoret?” Risma memberondong pernyataan.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sempat tersinggung dengan Risma yang memarahi salah satu pendamping PKH saat rapat kerjasama perihal distribusi Bantuan Sosial, Kamis (30/9).

Menurut Rusli, aksi marah-marah yang dilakukan Risma sembari menunjuk warganya menggunakan pena, sangat tidak patut dilakukan oleh pejabat publik.

“Saya saat melihat video itu sangat prihatin. Saya tidak memprediksi seorang ibu menteri, sosial lagi, memperlakukan seperti itu. Contoh yang tidak baik,” tegas Rusli Habibie, seperti dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo, pada Sabtu (2/10/2021). (Mscw)

Terbaru

Kereta Cepat JKT-BDG Pakai APBN, Said Didu: Lima Kali Lebih Bahaya dari Korupsi

Indoissue.com - Proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung tengah menjadi sorotan belakangan ini. Pasalnya pembangunannya bakal memakai Anggaran...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com