Kebijakan Ugal-Ugalan, Petani Lampung Menjerit Harga Sawit Anjlok

0
1
subsidi migor

Indoissue.com – Kebijakan Presiden Kebijakan Presiden Joko Widodo menghentikan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng dianggap “kebijakan Ugal-ugalan”.

Hal itu disampaikan oleh Direktur kajian PUSKAPPI (Pusat Kajian Kebijakan Publik Pemerintah Indonesia), pada Selasa (26/2/2022).

Menurutnya Kebijakan tersebut membuat dampak buruk bagi petani, sehingga pelarangan ekspor mengakibatkan harga sawit menurun.

“Melarang ekspor minyak goreng, dapat mengakibatkan harga sawut menurun, kalau harga sawit turun petani jua lah yang terkena dampak,” ungkap Bobby, pada selasa (26/2/2022).

Bobby memaparkan kebijakan itu tidak bisa ditinjau secara parsial (terbatas) namun harus dilihat lebih komprehensif (menyeluruh), agar tidak banyak yang terdampak negatif dari oleh hal itu.

“Jangan sampai asal membuat kebijakan, kebijakan akan menjadi ugal-ugalan jika akan merugikan orang banyak, seperti halnya larangan ekspor sawit, petani sawit menjai menjerit karena hara turum,” ulas bobby.

Sebelumnya, di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, dalam pekan ini saja, harga jual buah sawit di tingkat petani turun drastis dari sebelumnya Rp 3.400 per kg menjadi 2.100 per kg.

“Pekan sebelumnya petani menjual buah kelapa sawit Rp 3.400 per kg, sedangkan pekan ini turun di bawah Rp 2.100 per kg. Kabarnya, besok hari terakhir pabrik buka, akan tetapi harga turun lagi Rp500,” ujar Adit, seorang petani sawit,pada Senin (25/4/2022).

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini