Sabtu, Oktober 16, 2021

Ketua KPK: Hancurkan Korupsi Seperti Laten Komunis

Must Read

Indoissue.com – Ketua KPK Firli Bahuri memperingati peristiwa Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang jatuh hari ini. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama membasmi korupsi yang dipandang sebagai laten komunisme.

“Dengan semangat dan roh antikorupsi, bersama-sama kita hancurkan dan musnahkan korupsi laten serta korupsi laten komunisme yang merupakan catatan suram dalam sejarah Indonesia,” kata Firli dalam keterangan tertulis, Kamis 9 (30/9).

Firli mengatakan komunisme laten dalam catatan sejarah dibiarkan mengubah sikap terhadap perilakunya sehingga bisa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, hal itu bisa mengarah pada hal-hal keji dan konflik nilai-nilai kebangsaan, agama, dan etika.

“Dalam catatan sejarah, komunis laten dibiarkan mengubah sikap, perilaku, dan paradigma seseorang hingga kehilangan akal dan nilai kemanusiaannya sebagai manusia, hingga tega melakukan sesuatu yang menjijikkan dan memuakkan. memilukan di luar batas umat manusia, ”kata Firli.

“Tidak sedikit nilai kehidupan yang bisa kita gali dari rangkaian sejarah kelam ini, salah satunya bagaimana menyikapi bahaya laten yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, agama, budaya, moral dan etika. , tetapi dilihat sebagai budaya atau budaya bangsa sehingga menjadi mainstream dan menjadi kebiasaan di masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Lebih lanjut Firli mencontohkan salah satu kejahatan laten, yaitu perbuatan korupsi yang dimulai secara sembunyi-sembunyi. dan sudah menjadi kebiasaan.Jika dibiarkan, kata Firli, tindakan korupsi ini akan menjadi kebiasaan yang dapat merusak tatanan bangsa dan negara.

“Korupsi adalah contoh nyata dari kejahatan laten yang semula tersembunyi, tersembunyi, tidak terlihat, namun kini muncul setelah dilihat sebagai budaya hingga menjadi kebiasaan dan sesuatu yang lumrah di negeri ini,” ujarnya.

“Jika dibiarkan, perilaku koruptif lambat laun akan menjadi norma kezaliman, karena tidak hanya merusak sendi-sendi perekonomian, tetapi juga dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan kata lain, korupsi laten yang telah mengakar di republik ini harus diberantas dari lubuk hati sampai ke akar-akarnya secara tuntas dan tanpa meninggalkan jejak,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Firli menyamakan laten komunisme dengan laten korupsi, yang keduanya membutuhkan peran bersama. Hal ini diperlukan agar dapat menyelesaikan semua niat korupsi.

“Seperti halnya komunis laten, pemberantasan korupsi laten jelas membutuhkan peran aktif dan konsistensii nasional dari seluruh perwakilan bangsa dan negara, sehingga penanganan tindak pidana korupsi dari hulu hingga hilir berlangsung secara efektif, tepat, cepat dan tepat. efisien,” ujarnya.

Dengan itu, Firli mengajak semua pihak untuk terus mengenang masa kelam ini dengan semangat Pancasila.

“Mari kita bangun momentum untuk memperingati tragedi berdarah G30S/PKI untuk menggelorakan semangat dan roh kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan pemerintah yang sah” serta untuk menumbuhkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai budaya antikorupsi dalam memberantas korupsi laten yang terlanjur menggurita di republik ini,” ujarnya. [WK]

Terbaru

Lolos Ke Semifinal, Indonesia Berhasil Bikin Malu Malaysia

Indoissue.com - Indonesia berhasil mengalahkan lawanya, yaitu Malaysia di babak perempat final Thomas Cup 2021 di Ceres Arena, Jumat...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com