Krisdayanti Dipanggil Fraksi PDIP Karena Bongkar Besaran Gaji Anggota DPR

0
72

Indoissue.com – Krisdayanti alias KD, blak-blakan menebar soal gajinya sebagai anggota DPR RI ke ranah publik. Sikap transparan Krisdayanti terkait gajinya sebagai anggota DPR RI berujung pemanggilan oleh Fraksi PDIP di Senayan.

Krisdayanti menghadap Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR, Utut Adianto dan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR, Bambang Wuryanto.

Belum ada pernyataan resmi dari Krisdayanti terkait isi pertemuannya dengan Ketua dan Sekretaris Fraksi PDIP tersebut.

Usai pertemuan, Krisdayanti hanya mengunggah foto bersama Utut dan Bambang Wuryanto di ruang Fraksi PDIP.

KD tersenyum ke arah kamera, begitu pula kedua pimpinannya tersebut. Dia seakan memberikan sinyal bahwa hubungannya dengan Fraksi PDIP baik-baik saja setelah pemanggilan.

“Satu rumah, satu visi, satu misi. Alhamdulillah. Ijin senior. Bersama Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Drs Utut Adianto & Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto. Merdekaaa!” tulis KD dalam keterangan fotonya, Jumat (17/9/2021).

Sayangnya, Krisdayanti telah menonaktifkan kolom komentar yang diunggahnya tersebut. Kendati begitu, foto tersebut mendapatkan 4.000 like dari warganet.

Sebelumnya, KD sempat diundang untuk bertemu dengan Ketua Fraksi PDIP dan Sekretaris PDIP usai pernyataannya atas membuka gaji anggota DPR.

Utut mengatakan apa yang dikatakan KD itu benar, tetapi sebagai politisi pernyataan ini tidak boleh dipublikasikan karena dapat memicu kegaduhan.

Utut memastikan, pemanggilan Krisdayanti bukan untuk ditegur, melainkan hanya untuk diskusi. Ia meminta KD untuk meningkatkan komunikasi publik agar tidak terjadi persepsi yang salah.

Keterusterangan KD tentang gajinya menjadi anggota DPR ada di kanal YouTube Akbar Faisal. Dia mengaku menerima gaji awal bulan sebesar Rp16 juta.

Lima hari setelah menerima gaji pokok, KD mengaku mendapat tunjangan Rp59 juta. Tak hanya itu, KD juga mengaku menerima dana aspirasi sebesar Rp450 juta lima kali dalam setahun.

Terakhir, ada juga dana kunjungan daerah pemilihan atau dana reses sebesar Rp 140 juta. Wow, fantastis. [WK]

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini