Sabtu, Oktober 16, 2021

M Kace Babak Belur, Abu Janda Cs Kemungkinan Dieksekusi di Jalanan

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – M Kace, tersangka kasus dugaan penistaan agama, pasti membuat umat Islam di mana-mana marah karena menghina agama Islam dan Nabi Muhammad SAW. Sehingga dia akhirnya babak belur diberi ‘pelajaran’ oleh Irjen Napoleon Bonaparte.

Menyusul tindakan keras Irjen Napoleon Bonaparte di Bareskrim, Ustadz Novel Bamukmin meminta polisi segera menindak pelaku penistaan agama Islam lainnya.

Karena seperti yang diketahui, bukan hanya M Kace, tapi juga beberapa nama lain yang kerap menyinggung agama Islam dan menghina Ulama dan Habaib.

Jangan sampai dieksekusi massa di jalan

Menurut Novel, jika kasus penistaan agama yang mereka lakukan tidak segera ditindak, jangan-jangan umat Islam akan mengeksekusi mereka di jalan.

“Sukmawati, Abu Janda, Muwafiq, Ade Armando mungkin dieksekusi di jalan oleh massa. Di sel pun bisa lolos dari pelecehan, apalagi di jalanan,” kata Novel, Senin (20/09/2021).

Novel mengatakan, kemarahan bisa cepat menyebar jika penegak hukum tidak cepat menangani kasus penistaan agama lain.

Oleh karena itu, Novel berharap pihak kepolisian segera menangani penistaan agama lain. Tujuannya, untuk memprediksi munculnya street judgement.

Ini dapat diperluas ke hukuman jalanan untuk kasus dugaan penistaan agama lainnya yang tidak ditangani dengan cara yang adil secara hukum, kata Novel.

Jika hukum tak bisa ditegakkan terkait permasalahan ini, Novel mengemukakan, bahwa polisi tidak bisa juga menyalahkan umat muslim jika melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kace.

Hal ini semata-mata karena umat Islam marah dan tidak menerima penistaan agama Islam yang telah dilakukan secara buruk.

“Karena kasus ini sangat sensitif. Jadi jangan salahkan siapa pun jika ada yang menghasut untuk menghakiminya,” kata Novel.

Karena itu, Novel menilai penumpasan Inspektur Jenderal Napoleon terhadap Kece adalah hal yang tepat.

Menurutnya, Napoleon merupakan representasi dari kemarahan umat Islam atas tindakan Kace.

“Apa yang diyakini telah dilakukan oleh Inspektur Jenderal Napoleon adalah representasi dari kemarahan umat Islam yang percaya bahwa mereka tidak diterima bahwa agama mereka telah dihina,” kata Novel.

Novel mengatakan, “Si Kece layak mendapatkan ganjaran yang sangat berat, baik dari segi masyarakat maupun hukum positif yang berlaku di Indonesia.”

Namun, Novel menambahkan, apa yang terjadi pada Kace masih tergolong ringan. Karena menurut hukum Islam, penghujat harus menerima hukuman mati.

Dalam hukum Islam, penodaan agama tidak memiliki tebusan kecuali hukuman mati.

“Kalau begitu Kace beruntung masih hidup,” pungkasnya menutup perbincangan terkait pembiaran terhadap penistaan agama. (RM)

Terbaru

Kereta Cepat JKT-BDG Pakai APBN, Said Didu: Lima Kali Lebih Bahaya dari Korupsi

Indoissue.com - Proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung tengah menjadi sorotan belakangan ini. Pasalnya pembangunannya bakal memakai Anggaran...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com