M Kace Babak Belur, Abu Janda Cs Kemungkinan Dieksekusi di Jalanan

0
182
m kece

Indoissue.com – M Kace, tersangka kasus dugaan penistaan agama, pasti membuat umat Islam di mana-mana marah karena menghina agama Islam dan Nabi Muhammad SAW. Sehingga dia akhirnya babak belur diberi ‘pelajaran’ oleh Irjen Napoleon Bonaparte.

Menyusul tindakan keras Irjen Napoleon Bonaparte di Bareskrim, Ustadz Novel Bamukmin meminta polisi segera menindak pelaku penistaan agama Islam lainnya.

Karena seperti yang diketahui, bukan hanya M Kace, tapi juga beberapa nama lain yang kerap menyinggung agama Islam dan menghina Ulama dan Habaib.

Jangan sampai dieksekusi massa di jalan

Menurut Novel, jika kasus penistaan agama yang mereka lakukan tidak segera ditindak, jangan-jangan umat Islam akan mengeksekusi mereka di jalan.

“Sukmawati, Abu Janda, Muwafiq, Ade Armando mungkin dieksekusi di jalan oleh massa. Di sel pun bisa lolos dari pelecehan, apalagi di jalanan,” kata Novel, Senin (20/09/2021).

Novel mengatakan, kemarahan bisa cepat menyebar jika penegak hukum tidak cepat menangani kasus penistaan agama lain.

Oleh karena itu, Novel berharap pihak kepolisian segera menangani penistaan agama lain. Tujuannya, untuk memprediksi munculnya street judgement.

Ini dapat diperluas ke hukuman jalanan untuk kasus dugaan penistaan agama lainnya yang tidak ditangani dengan cara yang adil secara hukum, kata Novel.

Jika hukum tak bisa ditegakkan terkait permasalahan ini, Novel mengemukakan, bahwa polisi tidak bisa juga menyalahkan umat muslim jika melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kace.

Hal ini semata-mata karena umat Islam marah dan tidak menerima penistaan agama Islam yang telah dilakukan secara buruk.

“Karena kasus ini sangat sensitif. Jadi jangan salahkan siapa pun jika ada yang menghasut untuk menghakiminya,” kata Novel.

Karena itu, Novel menilai penumpasan Inspektur Jenderal Napoleon terhadap Kece adalah hal yang tepat.

Menurutnya, Napoleon merupakan representasi dari kemarahan umat Islam atas tindakan Kace.

“Apa yang diyakini telah dilakukan oleh Inspektur Jenderal Napoleon adalah representasi dari kemarahan umat Islam yang percaya bahwa mereka tidak diterima bahwa agama mereka telah dihina,” kata Novel.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini