Makassar Berdarah, Kisah Kelam Mahasiswa Kritik Pemerintah

0
7
Makassar Berdarah, Kisah Kelam Mahasiswa Kritik Pemerintah

Indoissue.com – Hari ini tepat 26 tahun yang lalu, 24 April 1996 peristiwa April Makassar Berdarah (Amarah) terjadi di Kota Daeng tepatnya di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Korban luka-luka hingga tewas berjatuhan saat mahasiswa mengkritik kebijakan pemerintah terkait kenaikan tarif angkutan umum.

Peristiwa itu bermula ketika sejumlah mahasiswa menyusun konsep pergerakan melalui Forum Pemuda Indonesia Merdeka (FPIM) sebelum 3 April 1996. Mahasiswa menolak kebijakan Menteri Perhubungan terkait kenaikan tarif angkutan umum yang ditindaklanjuti melalui surat keputusan (SK) Wali Kota Makassar Nomor 900 dan SK Gubernur Nomor 93 tentang penyesuaian tarif angkutan kota.

Kala itu tarif angkutan kota naik dari sebelumnya Rp 300 menjadi Rp 500 untuk penumpang umum. Sementara bagi mahasiswa dan pelajar ditetapkan Rp 200. Kebijakan ini kemudian dianggap terlalu tinggi sehingga mahasiswa menentang kebijakan tersebut.

Keputusan mahasiswa menentang kebijakan pemerintah saat itu bukan tanpa alasan. Ada pertimbangan krisis pangan yang terjadi pada 1992 yang setelahnya dilanjutkan dengan mulai terjadinya krisis ekonomi.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini