Kamis, Oktober 21, 2021

Marah-Marah Jadi ‘Habits’ Risma

Must Read

Indoissue.com – Menteri Sosial Tri Rismaharini alias kembali menjadi perbincangan publik usai video debat sengit dengan dua aktivis mahasiswa di Lombok Timur beredar pada, Rabu (13/10/2021).

Dalam video yang beredar itu, terlihat Risma dikerubungi petugas dan masyarakat sekitar.

Risma kemudian berdebat dengan dua orang yang mengaku aktivis mahasiswa di Lombok Timur.

Aktivis mahasiswa itu mempertanyakan maksud kedatangan Risma.

Adu mulut dan aksi saling tunjuk antara aktivis mahasiswa dan mantan Wali Kota Surabaya itu sempat terjadi

Aktivis mahasiswa itu mempertanyakan maksud kedatangan Risma.

“Ini Lombok Timur Bu, kami menyampaikan fakta, kami tahu sengkarut bansos di sini. Ini tempat oknum supplier, kenapa Ibu ke sini?” tanya salah satu aktivis mahasiswa dikutip dari video, Kamis, 14 Oktober 2021.

“Kamu jangan fitnah aku ya. Dengerin, kamu berhak ngomong, aku juga berhak ngomong,” jawab Risma.

Risma mengatakan tak tahu menahu bahwa tempat yang didatanginya merupakan tempat supplier bansos.

Dia juga tidak tahu terkait oknum bansos yang dituduhkan oleh aktivis mahasiswa tersebut.

Kalau enggak niat baik saya, ngapain saya (datang) ke sini. Saya tidak tahu ini supplier atau tidak. Saya menteri, tidak mengurus itu,” ucap Risma dengan nada tinggi.

Sejak jadi Walikota Surabaya kebiasaan risma yang marah – marah seperti sudah menjadi habits (kebiasaan) baginya.

namun, ‘habits’ yang dimaksudkan lebih kepada ‘bad habits’ (kebiasaan buruk).

Kebiasaan buruk Risma tersebut sempat mendapat berbagai kritik oleh berbagai pihak.

Berikut rangkuman kritik terhadap Risma;

Aktivis

Rocky Gerung

Rocky Gerung Komentari Marah-marah ala Tri Risma Harini terhadap anak buah di depan umum mendapat kritik dari berbagai pihak.

Bahkan Rocky Gerung menilai perilaku Risma mencontohkan sikap pejabat publik yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaaan (TWK).

“Ini bahayanya kalau pejabat publik apalagi menteri tidak lulus tes TWK ya, tes wawasan kesopanan, atau tes wawasan kewarasan,” ujar Rocky Gerung dalam akun YouTube pribadinya, Minggu (3/10/2021).

Eka Gumilar

Eka sangat prihatin dengan kelakuan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang suka mengumbar kemarahan di depan publik ketika rapat bareng pejabat Provinsi Gorontalo terkait distribusi bantuan sosial (bansos).

Ketua Rekat Indonesia ini menduga Mensos Risma mengalami gangguan jiwa akut. Oleh karena itu Eka meminta Presiden Jokowi mengeluarkan Risma dari kabinet.

“Ganti dengan yang lebih waras”, ucap Eka Sabtu (2/10/2021).

Menurutnya, saat ini sudah tidak zamannya lagi pejabat publik menunjukkan ketegasan dengan cara melotot-lotot seperti orang kalap.

“Kita sudah lama merdeka, Bu”, tegasnya.

Pengamat

Ujang Komarudin
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai, gaya Menteri Sosial Tri Rismaharini yang kerap marah-marah tak cocok dengan gaya pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Sikap yang tak tepat dan jauh dari nilai-nilai kesantunan dan tak cocok dengan gaya pemerintahan Jokowi yang cenderung menjaga citranya,” ujar Ujang komaruddin pada Minggu (3/10/2021).

Ujang Komaruddin bahkan menyebut marah-marah mensos karena tidak mampu memimpin.

“Marah-marah itu bisa saja merupakan tanda tak mampu, tanda tak mempu bekerja dengan baik,” lanjutnya dia.

Syurya Muhamamad Nur

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Syurya Muhamamad Nur juga angkat bicara.

“Komunikasi Risma pernah dipakai Ahok, alhasil Ahok menerima ganjaran negatifnya,” ujar Syurya (5/10/2021).

Lebih lanjut Syurya mengatakan sebagai pejabat publik Risma berkomunikasi dengan baik, dan sebagai pemimpin harus bisa mengayomi.

“Sebagai pejabat publik harusnya berkomunikasi kepada publik dengan baik, dan sebagai pemimpin harus bisa mengayomi bukan marah-marah saja,” lanjut Syurya.

Politisi

Jazilul Fawaid

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid melayangkan kritik kepada Menteri Sosial mantan Walikota Surabaya tersebut.

“Saya mendapatkan kabar bahwa Bu Risma marah-marah kembali, ini kambuh terus. Menurut saya mungkin Bu Risma perlu ikut terapi kesabaran,” ujar jazuli, pada selasa (5/10/2021).

Bahkan Jazuli juga menyebut perilaku kader PDIP asal Surabaya merupakan tindakan tidak elok.

“Menurut saya tidak elok kalau pejabat negara terus, hanya untuk memberikan nasihat saja dengan nada menuding-nuding seperti orang itu semuanya bodoh, seperti orang itu semuanya tidak mampu,” katanya.

Fadlizon

Selain itu politisi Gerindra Fadlizon juga mengkritik sikap tersebut, dan dengan sarkas meminta menteri sosial tersebut untuk ikut terapi.

“Marah-marah juga tak selesaikan masalah. Sebaiknya segera ikut terapi “anger management” (manajemen kemarahan),” cuit @fadlizon di akun twitter pribadi.

Fahri Hamzah

Fahri Hamzah bahkan meminta stafnya risma memberitahu bedanya antara walikota dan menteri.

“Staf-nya bu Risma harus kasi tau beliau beda jadi walikota dan Menteri,” cuit fahri.

“Perbedaan tidak saja pada filosofi, skala, juga metode. Menteri Tidak dipilih tapi ditunjuk, kerja sektoral saja dan berlaku di seluruh negeri. Walikota dipilih, non sektoral tapi terbatas kota,” lanjut fahri.

Aksi menteri tersebut bahkan menuai kontroversi dari Buni Yani yang menyebut marah-marahnya mensos memakai kata “tembak” juga bisa di laporkan ke polisi.

“Kalau Natalius Pigai bisa dilaporkan, mestinya Risma juga bisa,” cuit Buni Yani.

Terbaru

Berikut Profil AHY, Ketua Umum Partai Demokrat

Indoissue.com - Agus Harimurti Yudhoyono yang dikenal luas dengan panggilan AHY, saat ini menduduki posisi sebagai Ketua Umum Partai...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com