Mensos Risma Marah Hanya Pencitraan Tokoh Antagonis Haus Popularitas

0
73
Risma marah hanya Pencitraan

indoissue – Drama marah-marah Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini kerap mengundang kritik dari publik. Bahkan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, Risma hanya sebuah pencitraan dari satu tokoh yang haus popularitas dan eksitensi.

Seperti diketahui mantan Risma kerap mempertontonkan kemarahan kepada bawahannya. Drama kemarahan mantan Walikota Surabaya yang tebaru di Jember, Jawa Timur. Risma marah-marah karena mengetahui penyaluran bantuan sosial (bansos) lambat disalurkan.

Jerry mengatakan kalau mau marah jangan undang media untuk meliput supaya nampak beneran bukan settingan.

“Mau marah-marah jangan undang media untuk meliput. Ketahuan mana yang marah beneren dan settingan. Kalau Risma berapa momen gayanya cuma settingan,” ujar Jerry, Rabu (1/9).

Jerry justru melihat politisi PDI Perjuangan seperti sosok aktris antagonis yang ada di film telenovela. Hal ini karena Risma kerap terlihat di media marah-marah sejak masih menjabat sebagai Walikota Suarabaya.

“Saya teringat Telenovela Maria Mercedez dan Kassandra, di mana ada pemain yang bernama Malvina De Olmo kerjaannya marah-marah melulu,” ujar Jerry.

Dirinya memandang seharusnya Risma tidak lagi memakai gaya marah-marah menyelesaikan satu persoalan yang terjadi dalam proses pelaksanaan satu kebijakan.

“Saat sekarang cukup bahasa santun. Kan Mbak Risma dari Suku Jawa yang mengedepankan budaya kesantunan. Jika komunikasi politik yang diandalkanmasih berbentuk marah-marah, khawatir akan muncul persepsi publik menjadi buruk terhadapnya,” jelas Jerry.

Menurutnya, secara tidak langsung marah-marah yang ditunjukkan Risma berpotensi merusak psikologis seseorang yang ditunjuknya.

“Karena hal ini merupakan bagian dari character assassination alias pembunuhan karakter. Pentingnya Bu Risma mengedepankan etika komunikasi dan kesantunan berkomunikasi,”ujarnya.

Jerry mengingatkan yang dimarahin bukan anak SD, tapi orang dewasa. Risma harus tahan diri dan tahan emosi.

“Atau jangan-jangan Mensos terpengaruh dengan sinetron dan telenovela, makanya marah-marah terus,” tukas Jerry. (JA)

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini