Miris! Kematian Nakes di Indonesia Tertinggi Se-Asia

0
66
Ilustrasi tenaga Kesehatan pejuang lawan pandemi Covid-19

Indoissue.com – Akibat virus Covid-19 telah meninggalkan berita duka bagi banyak rakyat Indonesia, tidak hanya masyarakat bahkan tenaga kesehata yang bertugas digarda terdepan paling banyak gugur saat perang lawan pandemi.

Tercatat  pada 17 Agustus 2021, ada 1.891 tenaga kesehatan yang meninggal sepanjang pandemi Covid-19.

Rinciannya 640 dokter; 637 perawat; 377 bidan; 98 dokter gigi; 34 ahli gizi; 33 ahli teknologi laboratorium, dan 13 ahli kesehatan masyarakat.

Kematian bagi tenaga kesehatan di Indonesia tercatat tertinggi se Asia, sedangkan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di Indonesia rasio dokter dan penduduk adalah 4 banding 10.000. Jumlah itu jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Singapura yang memiliki 2 dokter per 1.000 penduduk. Padahal jumlah standar dokter adalah 1 banding 1000.

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dedi Supratman, mengatakan Indonesia kehilangan aset yang begitu besar atas gugurnya ribuan nakes.

Yang juga sangat disayangkan, banyak guru besar atau dokter spesialis senior tutup usia.

“Kita benar-benar harus membayar mahal atas kehilangan tenaga kesehatan ini. Itu mengapa sejak awal kami menyerukan perkuat perlindungan terhadap tenaga kesehatan,” tegas Dedi.

Bahkan seorang dokter mengaku trauma dan sempat merasa kalah di tengah meroketnya kasus positif Covid-19 di Pulau Jawa pada Juni hingga Juli lalu.

“Seandainya saya tidak disumpah dokter, saya lebih baik tidak memberikan pelayanan. Saya trauma dengan kehilangan banyak orang terdekat.” Ujar Mahesa Paranadipa yang merupakan seorang dokter yang juga aktif di organisasi Ikatan Dokter Indonesia . (PR)

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini