NU Tidak Boleh Terjebak Politik Praktis, Namun Prioritaskan Politik Kebangsaan

0
1
A. Khoirul Umam soal koalisi pemerintah

Indoissue.com – Mantan Ketua Tanfidz PCI-NU Queensland Australia, Ahmad Khoirul Umam menilai NU Tidak Boleh Terjebak Politik Praktis.

Sehingga, orientasi khittah 1926 menjadi janji politik yang harus dipenuhi KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU terpilih.

Hal terbut menandakan kepemimpinan PBNU mengarah untuk menjaga netralitas dan independensi Nadhlatul Ulama (NU).

Namun, PBNU tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga arah politik dan demokrasi Indonesia, dengan memainkan peran strategis dalam konteks politik kebangsaan.

Hal demikian diungkap Mantan Ketua Tanfidz PCI-NU Queensland Australia, Ahmad Khoirul Umam, pada Sabtu (25/12/2021).

“NU tidak boleh terjebak dalam politik praktis. Salah satu yang perlu dijadikan prioritas dalam politik kebangsaan adalah terus menjaga tegaknya Islam wasathiyah (toleran dan moderat) dalam ruang demokrasi Indonesia,” kata Khoirul Umam.

Menurut Khoirul Umam yang juga dosen Ilmu Politik dan International Studies Universitas Paramadina ini Indonesia memang mendapatkan tantangan serius dari kekuatan ekonomi-politik yang memanfaatkan sentimen Islam konservatif dan fundamentalis.

Sehingga, menurut Khoirul Umam NU bisa menjadi jangkar, pengayom, sekaligus tempat bertemunya (melting point) seluruh kekuatan Islam moderat di Indonesia.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini