Beranda Nasional Pengakuan Buzzer: Trik Mereka Hancurkan Nama AHY dan Demokrat!

Pengakuan Buzzer: Trik Mereka Hancurkan Nama AHY dan Demokrat!

0
157
AHY
Pengakuan Buzzer dibalik kudeta Partai Demokrat

IndoissuePengakuan Buzzer dalam upaya kudeta Partai Demokrat dijadikan studi kasus pada riset antar negara tentang cyber troop.

Artikel  berbahasa Ingris berjudul “A ‘digital coup’ inside Partai Demokrat” yang ditulis oleh seorang dosen Universitas Diponegoro (Undip) yang juga Direktur Riset Media dan Politik LP3ES, Dr. Wijayanto, yang dipublikasikan dalam jurnal bergengsi di kawasan Asia Tenggara, Inside Indonesia, mengungkap adanya pengakuan buzzer yang melakukan kampanye digital secara terencana untuk mendegradasi Partai Demokrat dan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Melalui analisis media sosial serta wawancara kami dengan buzzer, kami mendokumentasikan kampanye online ekstensif yang bertujuan untuk meningkatkan popularitas Moeldoko dan mencoreng citra Agus Yudhoyono” jelas Wijayanto dalam laporannya (12/10/2021).

Lanjutnya dosen Undip itu menjelaskan dengan rinci bagaimana buzzer bekerja untuk mendukung KSP Moeldoko dalam mendongkel kepempimpinan AHY.

“Beberapa postingan mengolok-olok Partai Demokrat, sementara postingan lainnya – seringkali dari orang yang sama – memuji Moeldoko dan kemampuannya untuk ‘menyelamatkan’ partai. Semua pos tersebut mendukung penyelenggaraan kongres luar biasa dadakan untuk menggelar referendum kepemimpinan AHY.” ungkapnya.

“Hebatnya, banyak dari pos-pos itu tampak sangat terkoordinasi, karena banyak pesan berkisar pada tema seberapa cocok Moeldoko untuk posisi ketua partai. Menggunakan perangkat lunak Drone Emprit, kami menghitung 157 ribu posting Twitter yang menyebut Kongres Luar Biasa Partai Demokrat atau ‘KLB’ antara 28 Februari dan 6 Maret. Banyak dari posting ini berisi tagar yang mendukung tawaran Moeldoko, seperti #MoeldokoSaveDemokrat (dalam bahasa Inggris), #MoeldokoSelamatkanDemokrat (‘Moeldoko Menyelamatkan Demokrat’), #MoeldokoKetumSahPD (‘Moeldoko adalah ketua sah Partai Demokrat’) dan (juga dalam bahasa Inggris) # MoeldokoPemimpin.” jelasnya.

Lanjutnya dosen Undip itu mengungkap pengakuan buzzer dalam mencoreng citra ketua umum Partai Demokrat AHY.

“Buzzer ini lebih lanjut menjelaskan bahwa salah satu taktik yang mereka gunakan adalah doxing. ‘Pernah dengar (rumor) AHY punya cinta terlarang?’ Dia nyengir: ‘Kita luncurkan bersamaan dengan kabar Nisa Sabyan (artis) juga digosipkan selingkuh.’ palsu atau tidak, adalah taktik buzzer umum untuk mengalihkan perhatian publik dan merusak reputasi lawan, terutama atas dasar moral. “Ini juga masuk ke media.” Jelasnya.

Terungkap juga bagaimana buzzer berusaha untuk merusak reputasi AHY dan keluarganya. Mereka fitnah AHY dengan membuat meme palsu foto AHY Bersama seorang Wanita, lalu disebarluaskan melalui Trending Topic di Twitter, dengan harapan mendapatkan pemberitaan di media online.

“Tiga bulan sebelum kongres partai – tagar ‘cinta terlarang AHY’ menjadi trending topik ketika tiba-tiba lebih dari 4000 tweet dengan tagar ini diposting dalam waktu setengah jam, antara 22:30 dan 23:00. Banyak dari postingan tersebut berisi foto AHY dengan seorang wanita, yang ternyata kemudian dibuat-buat dengan memotong foto grup yang lebih besar.” Paparnya.

“Esok harinya, status ‘tren’ topik ini menjadi alasan berbagai media untuk mempublikasikan artikel dengan headline seperti ‘Cinta Terlarang AHY’ yang sedang trending di Twitter, mengapa ketua Partai Demokrat diserang’ (halodepok.pikiran-rakyat). .com) dan ‘AHY Demokrat membungkam isu skandal cinta terlarang’ (genpi.co). Artikel-artikel tersebut membahas (tanpa bukti yang jelas) secara rinci tentang tuduhan bahwa AHY memiliki selingkuhan sebelum bertemu dengan istrinya saat ini. Tidak semua media jatuh untuk taktik ini. Misalnya, SindoNews mewawancarai orang-orang yang tidak percaya dengan berita dengan judul, ‘AHY diserang oleh foto hoax seorang wanita cantik; netizens: “itu jahat”‘. Namun outlet ini juga berkontribusi dalam penyebaran cerita dengan menerbitkan gambar yang dipotong.” urainya dalam artikel tersebut.

Baca selengkapnya artikel “A ‘digital coup’ inside Partai Demokrat

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com