Rabu, Desember 8, 2021

Perbedaan Pinjol Legal Dan Ilegal

Must Read

Indoissue.com – Meminjam uang dari pinjaman online (pinjol) saat pandemi melanda, nampaknya menjadi salah satu alternatif dalam mendapatkan uang segar untuk menutupi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Walau menggiurkan karena proses meminjamnya yang mudah dan cepat, namun langkah itu sebaikya menjadi jalan paling terakhir yang harus kita ambil.

Jika tidak ada langkah lain, kita harus sangat teliti dan sebaiknya mencari tahu dengan detail terkait uang yang akan kita pinjam, biar kita tidak terjebak dengan cara dan tipu muslihatnya.

Dan selisih mendasar antara pinjaman online legal dan illegal, terletak pada terdaftar dan tidak terdaftar oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan, sebagai regulator keuangan.

Lembaga atau institusi pinjaman online itu bisa kalian cek di situs OJK.

Namun begitu, ada Sebagian cara simpel memahami ciri-ciri yang illegal, sehingga masyarakat bisa menjauhinya.

Menurut Ketua Bidang Humas AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) Topan Saban, petunjuk pertama adalah permintaan akses aplikasi pinjaman online.

Terkait perbedaan pinjaman online ilegal dan legal, berikut ciri-cirinya:

  1. Pinjol illegal tidak menyimpan identitas pengelola dan alamat kantor dengan jelas. Sebaliknya, pinjol legal sudah dipastikan mempunyai identitas pengelola dan alamat kantor yang jelas.
  2. Pinjaman online ilegal tidak memiliki izin resmi, sedangkan yang legal terdaftar dan diawasi oleh OJK.
  3. Memberikan pinjaman bagi pinjol illegal sangatlah enteng. Beda sekali dengan pinjol legal, pemberian pinjaman akan diseleksi.
  4. Bunga atau biaya pinjaman tidak terbatas apabila memilih pinjaman online ilegal. Lain halnya dengan yang legal, total biaya pinjaman maksimal 0,8 persen per hari.
  5. Pada pinjaman online ilegal, informasi bunga atau biaya pinjaman serta denda, tidak jelas. Sementara yang resmi dan diawasi OJK, informasi biaya pinjaman dan denda transparan.
  6. Pinjol ilegal bisa mengakses ke seluruh data yang ada di ponsel si peminjam. Sedangkan yang legal hanya mengakses kamera, mikrofon, dan lokasi si peminjam.
  7. Risiko yang bakal dialami oleh peminjam jika nekat meminjam dana ke pinjaman online ilegal, mulai dari ancaman teror kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik, serta menyebarkan foto atau video pribadi. Berbeda dengan pinjaman online legal, peminjam yang tidak dapat melunasi setelah batas waktu 90 hari akan masuk ke daftar hitam (blacklist) Fintech Data Center sehingga pelaku peminjam tersebut tidak dapat meminjam dana ke platform fintech yang lain.
  8. Jika memilih pinjol ilegal, total pengembalian termasuk denda tidak terbatas. Sementara pinjol legal maksimal pengembalian termasuk denda 100 persen sesuai pinjaman pokok untuk pinjaman sampai dengan 24 bulan
  9. Pinjol illegal, karyawan atau pihak menagih tidak menyimpan sertifikasi penagihan yang dikeluarkan oleh AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) atau pihak yang ditunjuk oleh AFPI. Sedangkan pinjol illegal, karyawan atau penagihnya harus mempunyai sertifikasi penagihan yang dikeluarkan oleh AFPI.
  10. Pinjol illegal sering menjajakan pinjaman lewat pesan teks, pesan ini bisa melalui Whatsapp, SMS, dan jaringan pribadi lainnya tanpa izin pengguna. Sedangkan pinjol legal tak akan menjajakan lewat jaringan komunikasi pribadi.
  11. Pinjol ilegal tidak menyediakan layanan pengaduan, berbeda dengan legal yang memiliki layanan pengaduan konsumen.

Nah, itulah perbedaan dan ciri-ciri pinjol legal dan illegal.

Terbaru

Sayangkan Masih Ada Match Fixing, Anak Buah AHY Minta PSSI Perketat Pengawasan

IndoIssue - Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Bramantyo Suwondo menyayangkan masih terjadi match fixing dalam sepakbola Indonesia. Seperti diketahui...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com