Sabtu, Oktober 16, 2021

Peringati 17 Tahun Kepergian Munir, Rachland Ungkap Fakta Soal TPF

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Kepergian aktivis pejuang hak asasi manusia yang kita kenal dengan Munir, menyimpan nestapa dan luka bagi rakyat Indonesia. Mengenang hal tersebut, pendiri Perhimpunan Pendidikan Demokrasi Rachland Nashidik bercerita tentang kenapa kasus Munir belum terungkap hingga saat ini.

“Munir, hari ini, 17 tahun lalu, dibunuh di langit Romania. Ini kutipan yang sering ia sebut dalam banyak percakapan. To glorify democracy and to silence the people is a farce; to discourse on humanism and to negate people is a lie (Paulo Freire, Pedagogy of the Oppressed),” tulisnya di akun twitter pribadi miliknya @rachlannashidik.

https://twitter.com/rachlannashidik/status/1435076119984627719?s=19

Kabar yang menyebut laporan Tim Pencari Fakta (TPF) hilang dianggap omong kosong Rachland Nashidik dan menyebut pada hari laporan itu disampaikan Presiden SBY membagikan pasa mereka.

“Omong kosong laporan TPF Munir hilang. Laporan pasti ada di istana, tapi juga di laci para penegak hukum. Pada hari laporan itu disampaikan, Presiden SBY membagikannya pada mereka. Mungkin omong kosong hilang itu cermin upaya penguasa mengelak desakan mengusut sekutunya sendiri?,” lanjutnya sembari bertanya apakah pemerintah mengelak mengusut kasus tersebut.

https://twitter.com/rachlannashidik/status/1435079771453485058?s=19

Rachland Nashidik menegaskan bahwa laporan dihilangkan SBY adalah berita hoax. Lalu Rachland Nashidik mengungkapkan bahwasanya kasus tersebut putus karena Muchdi PR, Deputi V BIN dibebaskan dari pengadilan.

Twist seolah laporan TPF dihilangkan SBY untuk mencegah pengungkapan pembunuhan Munir adalah hoax. Fakta keras: pemidanaan aktor aktor utama, dari Garuda hingga BIN, sudah dilakukan. Tapi rantai kasus putus karena Muchdi PR, Deputi V BIN saat Munir dibunuh, dibebaskan pengadilan,” lanjutnya.

https://twitter.com/rachlannashidik/status/1435088341746085892?s=19

“Pemerintah saat itu memutuskan laporan TPF tak dibuka selama penyidikan masih berlangsung. TPF tak mempersoalkannya karena faktanya hukum bekerja mengusut dan memidana nama-nama dalam laporan TPF. Kebutuhan agar laporan TPF dibuka baru terasa kuat saat kasus stop di masa Jokowi,” bebernya.

https://twitter.com/rachlannashidik/status/1435093290869682177?s=19

Masih dari hasil cuitannya Rachlan menilai TPF Munir adalah sebuah bukti bahwa kerjasama antara negara hukum dengan civil society adalah mungkin dan bias

“Meski penuh masalah dan dinamika, TPF Munir adalah sebuah bukti bahwa kerjasama antara negara hukum dengan civil society adalah mungkin dan bisa. TPF diisi bukan hanya aktivis LSM namun juga aparat hukum dan birokrasi negara. Retno Marsudi, kini Menlu RI, salah satu anggotanya,” ungkap Rachland.

https://twitter.com/rachlannashidik/status/1435099982462283779?s=19

Rachland juga menyebut Polri di masa itu memilih sisi yang benar dari sejarah: profesional  mengabdi pada pengungkapan kebenaran sehingga dia memberikan ucapan terima kasih kepada para petinggi polri saat itu.

“Polri di masa itu memilih sisi yang benar dari sejarah: profesional  mengabdi pada pengungkapan kebenaran. Di jajaran perwira tinggi Polri, saya selamanya berterimakasih pada Suyitno Landung, Bambang Hendarso Danuri dan Mathius Salempang. Tanpa mereka TPF tak bisa berbuat banyak,”.

https://twitter.com/rachlannashidik/status/1435122825145159691?s=19

Dalam cuitan terakhirnya, Rachland juga mengucapkan terimakasih kepada Brigjen. Marsudhi Hanafi yang memimpin TPF.

“TPF sendiri dipimpin Brigjen. Marsudhi Hanafi. Seorang reserse pemberani asal Palembang. Pada jajaran perwira menengah, saya tak pernah lupa pada Daniel Tifauna dan rekan-rekannya. Salah satu dari mereka, Anton Charliyan, kemudian menjadi Kapolda Jawa Barat. Terimakasih!,” pungkasnya. (PR)

https://twitter.com/rachlannashidik/status/1435124144924815360?s=19

Terbaru

Faisal Basri: Salah Kaprah Negara Turunkan Angka Pengangguran

Indoissue.com - Dalam sebuah acara diskusi bertajuk "CORE Media Discussion: Waspada Kerugian Negara dalam Investasi Pertambangan" yang digelar Selasa...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com