Sabtu, Oktober 16, 2021

Perseteruan Kian Memanas, Kader PDIP Pendukung Ganjar Siap Terima Sanksi

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Perseteruan di dalam tubuh PDI Perjuangan kian memanas pasca deklarasi dukungan dari simpatisan dan sejumlah kader PDIP yang mendukung pencalonan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mengikuti kontestasi Pilpres 2024.

Pada Senin (11/10/2021) kemarin, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo Albertus Sumbogo menegaskan bahwa dirinya siap menerima sanksi hingga pemecatan sebagai kader PDIP, bila dinilai melanggar aturan partai.

Albertus menyatakan, ia dan rekan-rekannya hanya menyampaikan aspirasi sebelum Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memutuskan siapa capres untuk Pilpres 2024.

Namun dari pernyataannya, Albertus ingin mengatakan bahwa Ganjar punya kans menang dibanding kader PDIP lainnya, termasuk Puan Maharani, putri ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri.

“Ikhtiar politik ini supaya memengaruhi Bu Mega, bisa juga lebih objektif memandang kader PDIP yang baik dan memang punya kans menang,” sindir Albertus.

Maka, atas sikap dan pendiriannya itu Albertus dan kawan-kawannya siap meneriam segala resiko dan konsekuensinya.

“Saya sudah katakan sejak awal, kalau itu dianggap melanggar aturan partai, saya sudah siap kok. Diberi sanksi sampai dengan pemecatan sebagai pribadi, saya siap,” tegas Albertus.

Karena merasa dirinya tak melanggar aturan partai, Albertus merasa masih dalam barisan PDI Perjuangan. Dia mengklaim, hanya menampung aspirasi masyarakat.

“Bagi saya, saya masih dalam barisan. Hak bicara, hak aspirasi itu dijamin oleh aturan. Saya tidak memutuskan yang harus jadi Ganjar, bukan. Aspirasi masyarakat ini kan perlu ditampung,” kata Albertus.

Hasil survei jadi acuan

Albertus yang juga Ketua DPC Seknas Ganjar Indonesia (SGI) menyoroti sejumlah survei yang memperlihatkan elektabilitas tinggi Ganjar Pranowo.

“Belum (memberi masukan ke PDI-P). Jadi kita masih mengorganisasi diri untuk pewacanaan bersama-sama dengan teman-teman relawan Ganjar yang lain,” tambah Albertus.

Namun sebagai kader PDIP, ia tunduk dan akan mengikuti apapun keputusan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum.

“Kalau saya secara pribadi, iya (menerima apapun keputusan Ketua Umum). Tapi, teman-teman ini kan bukan hanya orang PDI Perjuangan. Ada banyak komponen masyarakat yang bersama saya,” ucap Albertus.

Albertus dalam sebuah wawancara pada sebuah stasiun TV menambahkan, Seknas Ganjar Indonesia di Purworejo berasal dari berbagai kalangan, mulai advokat, pedagang, seniman, tokoh rohaniwan, anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) hingga relawan Jokowi.

“Sebagai orang Purworejo, ingin mendukung orang baik dari Purworejo untuk menjadi capres 2024,” tambah Albertus.

Dalam sebuah kesempatan, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) Bambang Wuryanto atau yang akrab disampa Bambang Pacul, memunculkan istilah bukan banteng, tetapi celeng, kepada kader PDIP yang mendeklarasikan capres.

”Adagium di PDIP itu, yang di luar barisan bukan banteng. Itu namanya celeng. Jadi, apapun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng,” ujar Bambang Pacul beberapa hari lalu.

Menjelang kontestasi Pilpres, akankah perseteruan antar kelompok pendukung kandidat akan terus memanas? Waktu yang akan menjawabnya.

Terbaru

Lolos Ke Semifinal, Indonesia Berhasil Bikin Malu Malaysia

Indoissue.com - Indonesia berhasil mengalahkan lawanya, yaitu Malaysia di babak perempat final Thomas Cup 2021 di Ceres Arena, Jumat...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com