Kamis, Oktober 21, 2021

PKS: Tudingan Giring Bisa Dipidanakan

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Fraksi di DPRD DKI Jakarta turut bereakasi atas tudingan yang dilakukan Plt Ketum PSI Giring Ganesha terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sebagai pembohong. Anggota DPRD DKI Jakarta F-PKS Abdul Aziz menyatakan, pernyataan eks vokalis Nidji itu bisa dipidana jika dilaporkan ke polisi.

“Oh iya (berpotensi pidana), itu pencemaran nama baik kalau memang dilaporkan ya. Saya kira kalau mau diseriusin sama Gubernur, nanti jadi kasus hukum. Saya kira Gubernur cukup bijak menangani hal-hal begini,” kata Abdul Aziz.

Abdul Azis menegaskan, pernyataan Giring sebagai penyataan yang tak berdasar. Aziz juga menyarankan Giring mempelajari permasalahan Ibu Kota sebelum berkomentar.

“Tolong pelajarilah tentang DKI. Mungkin pengetahuan beliau terbatas, apa yang sudah dicapai atau belum sama Pak Gubernur,” tambah Ketua Komisi B itu menilai.

Kepala Biro Kaderisasi Partai Keadilan Sejahtera Jakarta Barat itu lantas membeberkan keberhasilan Anies merealisasikan janji kampanyenya selama 4 tahun memimpin Jakarta. Dia meminta agar pencapaian ini tak dipandang sebelah mata.

Menurut Azis, dirinya mengajak Giring melihat berdasarkan data. Katanya, sudah 23 janji Gubernur yang diputuskan oleh kegiatan strategis daerah. Artinya, sampai saat ini sudah terealisasi 75 persen.

“Dan ini prestasi luar biasa,” lanjutnya.

Selain Abdul Azis, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD DKI Ahmad Yani ikut merespon pernyataan Giring. Ia meminta membuktikan tudingan pembohong ke Anies. Sebab jika tidak, pernyataan Giring harus dipertanggungjawabkan.

“Jadi kalau seseorang itu menyatakan terhadap orang lain, silakan dibuktikan pernyataannya. Jangan asal berbicara,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam video yang viral di media sosial, Giring menyatakan Anies selalu menampakkan diri peduli terhadap penderitaan rakyat di masa pandemi. Padahal sesungguhnya hanya pura-pura peduli.

“Pura-pura peduli adalah kebohongan Gubernur Anies di tengah pandemi dan penderitaan rakyat. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat Pemilihan Presiden 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong, jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan,” kata Giring.

Giring mengingatkan APBD DKI Jakarta dibelanjakan Anies demi kepentingan ego pribadi untuk maju sebagai calon Presiden RI 2024. Dia mengabaikan suara rakyat yang meminta pembatalan Formula E itu.

Terbaru

Berikut Profil AHY, Ketua Umum Partai Demokrat

Indoissue.com - Agus Harimurti Yudhoyono yang dikenal luas dengan panggilan AHY, saat ini menduduki posisi sebagai Ketua Umum Partai...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com