Kamis, Oktober 21, 2021

Profesor NTU Singapura: Hanya Karna AHY Kritis Jangan Dianggap Sebagai Lawan, atau Diburu Seperti Penjahat

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Profesor dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir menilai Pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, dalam rangka 50 tahun CSIS menarik. Menurutnya, AHY sudah benar mengatakan mengenai daya tahan sebagai kapasitas yang harus dimiliki oleh Indonesia.

“Sangat-sangat menarik. Mas AHY menyentuh beberapa isu krusial seperti pandemi, kualitas demokrasi yang menurun, efek disrupsi hingga buzzer,” kata Sulfikar Amir dalam keterangan, Rabu (25/8).

Dalam pidatonya, AHY menekankan tentang perlunya memperkuat daya tahan dan daya saing bangsa untuk mencapai puncak kejayaan bangsa pada tahun 2045, 100 tahun setelah Indonesia merdeka. Sulfikar melanjutkan, akan menarik jika soal resiliensi ini bisa diperkuat melalui peran-peran institusi karena di sini domainnya Demokrat sebagai partai politik.

“Dalam gambar besarnya, resiliensi mencakup bagaimana kita berpolitik, bagaimana demokrasi disusun, bagaimana proses pembuatan kebijakan dilakukan, bagaimana partisipasi publik itu didorong dan lain-lain,” katanya.

Pengamat politik dari UNJ, Ubedilah Badrun melihat pidato Ketum AHY ini cukup berbeda dengan pidato Ketum-ketum parpol lain sebelumnya. Dia menilai wajar kalau pidato tersebut bernada cukup tajam mengingat posisi Demokrat sebagai partai non pemerintah.

“Kalau tidak kritis, apa bedanya PD dengan partai-partai koalisi pemerintah?” kata Ubedilah.

Secara khusus, Ubedilah menyoroti bagian pidato AHY yang mempertanyakan mengapa kritik terhadap pemerintah selalu dianggap sebagai lawan. Dia menegaskan, dalam pemerintahan yang demokratis, kritik merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Jangan dianggap sebagai lawan, apalagi kemudian dihadapi dengan bullying, represi, bahkan diburu seperti penjahat,” katanya.

Penulis: Mu’afa RM

Terbaru

Berikut Profil AHY, Ketua Umum Partai Demokrat

Indoissue.com - Agus Harimurti Yudhoyono yang dikenal luas dengan panggilan AHY, saat ini menduduki posisi sebagai Ketua Umum Partai...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com