Ratusan Buruh Gelar May Day di Jakarta, Begini Tuntutannya

0
0
buruh
Indoissue.com – Siang ini (1 Mei 2022), Partai Buruh menuntut pelaksanaan Pemilu 2024 tepat waktu dan pemilu yang transparan dan adil. Sedangkan tuntutan lainnya meminta pemerintah membatalkan kenaikan sejumlah barang kebutuhan pokok.
Tuntutan agar pelaksanaan Pemilu 2024 tepat waktu, transparan dan adil tersebut disampaikan Partai Buruh dalam aksi May Day (Hari Buruh Internasional) di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat.
“Pemilu yang tidak jujur dan adil akan menghasilkan anggota legislatif DPR dan DPRD yang tidak akan berpihak pada kaum terpinggirkan atau kaum buruh, oleh karena itu dibutuhkan Pemilu Jurdil,” demikian disampaikan Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, kepada wartawan di depan kantor KPU.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketum Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, pihaknya ingin memastikan wakil yang terpilih dalam Pemilu 2024 nanti adalah orang yang berpihak pada kaum buruh.
Tuntutan selanjutnya adalah tolak politik uang. Partainya dan organ serikat pekerja, kata Iqbal, tak sepakat dengan slogan “ambil uangnya, jangan pilih orangnya” karena memicu sifat koruptif.
“Partai Buruh bersama organisasi serikat pekerja lainnya akan mengkampanyekan tolak politik uang. Kuncinya ada di KPU. KPU harus berani mendiskualifikasi bila mana ditemui politik uang di dalam Pemilu,” ucap Iqbal.
Selain itu, Partainya juga melontarkan penolakannya atas kenaikan harga kebutuhan pokok, seperti minyak goreng dan LPG 3 kg serta BBM pertalite yang banyak digunakan kelas pekerja.
Ia juga menyoroti Omnibus Law dan menyebutnya sebagai produk pemilu yang menggunakan politik uang.
Omnibus Law UU Cipta Kerja adalah satu produk yang menurut kami adalah produk yang penuh dengan koruptif,” jelas Iqbal lagi.
Selain di depan kantor KPU, sejumlah organisasi pekerja lainnya memperingati May Day dengan menggelar aksi demo di Bundaran HI.
60 serikat pekerja diperkirakan ikut aksi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu. Mereka menuntut KPU mengawal pelaksanaan pemilu tepat waktu pada 14 Februari 2024.
Dalam aksi siang ini, Iqbal mengaku tak berniat bertemu perwakilan KPU dan hanya menyampaikan dukungan moral untuk Pemilu yang transparan.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini