Rabu, Desember 8, 2021

Refly Harun, KPK Prioritaskan Kasus Bisnis PCR Ketimbang Formula E

Must Read

Indoissue.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didorong untuk fokus mengusut sejumlah permasalahan, seperti bisnis PCR yang diduga melibatkan menteri kabinet Jokowi dalam kasus bantuan sosial (bansos), daripada harus menghabiskan waktu untuk Formula E.

Saran ini disamaikan oleh seorang Pakar hukum tata negara Refly Harun yang menilai kasus Mentri berbisnis PCR maupun bansos terlihat jelas dan dirasakan masyarakat.

“Anda harus memberikan prioritas pada kasus-kasus ini. Seperti dalam kasus PCR, ada angka yang jelas, pelaku yang mencurigakan terlihat jelas,” kata Refly Harun kepada wartawan, Minggu.

“Mesti prioritaskan kasus-kasus itu. Seperti bisnis PCR, ada angka yang jelas, aktor yang diduga terlihat jelas,” ujar Refly Harun kepada wartawan, Minggu (14/11).

Refly meminta agar KPK tidak bertindak seperti auditor dalam kasus Formula E di DKI Jakarta. Hal itu dikarenakan merupakan wilayahnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Lebih baik, KPK memprioritaskan mengusut kasus-kasus yang sudah lebih jelas dugaan kerugian negara dan siapa aktor yang terlibat dari kasus bisnis PCR dan bansos.

Terbaru

Sayangkan Masih Ada Match Fixing, Anak Buah AHY Minta PSSI Perketat Pengawasan

IndoIssue - Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Bramantyo Suwondo menyayangkan masih terjadi match fixing dalam sepakbola Indonesia. Seperti diketahui...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com