Sabtu, Oktober 16, 2021

Satgas: Kematian Covid-19 Indonesia Masih di Atas Rata-rata Dunia

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia yang mencapai 3,24 persen masih di atas-rata dunia yang mencapai 2,08 persen, per 29 Agustus 2021. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Wiku Adisasmito dengan gamblang mengakui, Indonesia belum berhasil menurunkan angka kematian pasien.

Dalam konferensi pers melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/8/2021) kemarin, Wiku menyatakan, terdapat 10 provinsi yang mencatatkan angka kematian pasien tertinggi dan menyumbang 75 persen total kasus secara nasional, pada minggu kemarin.

Sepuluh provinsi yang dimaksud Wiku adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Riau, Lampung, dan Kalimantan Selatan.

9 dari 10 provinsi itu pun menjadi penyumbang tertinggi kasus aktif dan angka kesembuhan dalam waktu bersamaan. Padahal, Wiku mengklaim, kualitas pelayanan kesehatan sudah ditingkatkan.

Saat menjelaskan penyebabnya, hal itu terjadi karena lambannya penanganan pasien Covid-19 atau masih adanya pasien yang melakukan isolasi mandiri dan tak mendapat perawatan di fasilitas isolasi terpusat maupun perawatan di rumah sakit.

Penyebab lainnya menurut Wiku, “Fokus penanganan Covid masih berada di hilir, yaitu pelayanan pasien Covid, dan belum maksimal pada tingkat hulu yaitu pencegahan dan pengawasan disiplin protokol kesehatan”.

Atas dasar itulah Wiku mendesak pemerintah daerah meningkatkan penanganan Covid-19, utamanya untuk menekan angka kematian pasien.

Turunnya angka kasus aktif Covid-19 dan meningkatnya jumlah pasien yang sembuh, harus diiringi dengan penurunan angka kematian.

Meski secara nasional kasus aktif dan kesembuhan di Indonesia mengalami penurunan cukup baik, Wiku berpesan, “namun kita tetap harus waspada”.

Namun ada hal lain yang harus menjadi perhatian para pejabat di pemerintah pusat dan daerah, terkait sukses tidaknya salah satu elemen yang dapat menurunkan angka penderita dan angka kematian mereka yang terpapar Covid, yakni program vaksinasi.

Ganjar: Vaksinasi di Jateng terhambat gara-gara titipan ormas dan DPR

Sebab, beberapa waktu lalu berita mengagetkan terkait terhambatnya vaksinasi di Jawa Tengah, telah diuraikan secara gamblang oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar mempertanyakan kebijakan pemerintah pusat terkait empat daerah di wilayahnya yang belum kembali mendapat jatah alokasi vaksin.

Keempat daerah yang dimaksud Ganjar, adalah Kabupaten Cilacap, Wonosobo, Kabupaten Magelang, dan Kota Pekalongan.

Menurut Ganjar yang merupakan kader Partai Dmeokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, persoalan tersebut lebih disebabkan karena adanya pengaturan yang terlalu mendetail dalam alokasi vaksin.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan telah membagi jatah vaksin tidak hanya untuk kabupaten dan kota, tetapi juga berdasarkan kelompok seperti organisasi masyarakat, titipan dari anggota DPR dan lain-lain.

“Saya enggak ngerti nih, kepentingan pusat kayaknya terlalu jauhlah kalau membagi sampai tingkat detail itu. Ormas ini sekian, terus kemudian dari titipan DPR sekian, itu merepotkan kita di bawah. Karena yang di bawah ini akhirnya mereka ditarik, ‘ayo dong tempatku dulu, ayo dong kelompokku dulu’, maka vaksinatornya repot,” beber Ganjar Pranowo dalam keterangan tertulis, Senin (30/8/2021) lalu.

Ganjar melanjutkan, pengaturan secara mendetail oleh Kemenkes terhadap alokasi vaksin, dapat dilakukan jika kelompok-kelompok yang mendapatkan alokasi vaksin itu bisa membawa vaksinatornya sendiri.

Sebab, kalau ujung-ujungnya nanti diberikan kepada Pemprov Jatim, “Itu rasa-rasanya akan menjadi tarik ulur di antara kepentingan yang utama. Di mana kami harus menyelesaikan sesuai dengan target jumlah yang kita siapkan,” tegas Ganjar.

Sebagai informasi, perihal vaksinasi ini antusiasme di daerah sangat tinggi. Terbukti ketika Bupati Banyumas, Sragen, Karanganyar, Brebes, dan Kota Tegal bergantian meminta tambahan stok vaksin.

“Jadi mereka itu semangatnya wah top betul, bisa ngebut, bisa menyampaikan dengan bagus kepada masyarakat sehingga masyarakat antusias, tapi vaksinnya masih kurang,” tutupnya.

Persoalan angka-angka penderita dan masyarakat yang meninggal akibat penularan Covid-19 serta persoalan vaksinasi memang rumit. Bukan hanya dibutuhkan kepemimpinan yang tegas, namun juga kelihaian para pejabat negara untuk mensudahi polemik seputar pandemi Covid-19. (DP)

Terbaru

Lolos Ke Semifinal, Indonesia Berhasil Bikin Malu Malaysia

Indoissue.com - Indonesia berhasil mengalahkan lawanya, yaitu Malaysia di babak perempat final Thomas Cup 2021 di Ceres Arena, Jumat...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com