Sebut AHY Penuh Privilege, Bukti Bahwa Tsamara Minim Literasi

0
60

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) baru-baru ini menyatakan, bahwa pemuda tidak boleh di manja apalagi diberi karpet merah membuat beberapa tokoh geram dan merasa tersindir. Termasuk diantaranya Caleg gagal Partai Solidaritas Indonesia, Tsamara Amany.

Tsamara Amany menyebut bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Tsamara menyebut AHY bisa jadi ketua umum partai dan disebut menorehkan prestasi karena jalan yang dibuka sang orang tua.

“Bahwa AHY bisa jadi ketua umum PD di usia muda itu juga tidak lepas dari akses pendidikan dan kepartaian yang dibuka oleh orang tua beliau, ujar Tsamara.

Pernyataan Tsamara di nilai tidak tepat, hal ini membuktikan bahwa Tsamara minim literasi, selain itu fakta dan realitanya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memulai karir dengan penuh perjuangan serta meraih banyak prestasi.

Diketahui bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat periode 2020-2025 melalui kongres Kongres V Partai Demokrat.

Disisi lain kepala Bakomstra Demokrat Herzaky Mahendra Putra menjelaskan bahwa AHY memiliki banyak prestasi dan melalui banyak perjuangan.

“AHY pernah mendapatkan penghargaan saat lulus dari Akmil. AHY, menjabat pimpinan tertinggi Demokrat pun melalui sejumlah perjuangan,” kata Herzaky.

Herzaky menceritakan, sebelum menjadi Ketum Partai Demokrat, AHY berjuang dengan visinya. Hal itu diawali dengan terjun langsung dalam gelanggang politik, lalu berkeliling Indonesia mendongkrak suara partai yang ditaksir hanya di bawah 5% oleh berbagai lembaga survei, namun kemudian terbukti memberikan dampak elektoral kepada Partai Demokrat di Pemilu 2019.

Meningkatnya elektabilitas Partai Demokrat sejak dipimpin AHY, bukan karena privilege. Kemampuan AHY memimpin para politisi lintas generasi, untuk saling berkolaborasi dan berfokus pada penanganan pandemi ini, dinilai membuat Demokrat makin banyak dilirik masyarakat.

Penulis: Mu’afa RM

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini